Lensamandalika.com – Sebuah kampanye produk air mineral dalam kemasan botol di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menuai sorotan.

Di area bundaran Welcome to Mandalika, tampak sebuah balon gas berbentuk botol air mineral raksasa melayang dengan mencolok.

Kehadirannya seolah menjadi ikon baru di pintu masuk kawasan, namun justru memantik kritik karena dianggap bertolak belakang dengan semangat pengurangan sampah plastik.

Syawaludin, pemerhati lingkungan sekaligus praktisi pengolahan sampah plastik, menilai kehadiran branding berbentuk botol raksasa tersebut sebuah ironi.

“Masyarakat dunia sedang bergerak mengurangi plastik sekali pakai, sementara di Mandalika justru dipromosikan dengan cara seperti ini. Botol raksasa itu bukan hanya simbol, tetapi pesan yang menormalisasi konsumsi plastik,” ujarnya ketika dikonfirmasi Lensa Mandalika, Jumat (3/10/25).

Menurutnya, kawasan sekelas Mandalika seharusnya menjadi contoh dalam kampanye lingkungan yang progresif, bukan malah membiarkan simbolisasi yang memperkuat ketergantungan terhadap plastik sekali pakai, terlebih saat ini tengah menjadi tuan rumah gelaran MotoGP.

“Ini seolah mengirimkan pesan yang keliru: ketika dunia bilang stop plastik, Mandalika justru memajang let’s use plastic,” tambah pendiri Bank Sampah Bintang Sejahtera itu.

Nada serupa disampaikan Ketua Blok Pujut, Rata Wijaya. Ia mempertanyakan bagaimana ITDC selaku pengelola kawasan bisa membiarkan pemasangan branding berbentuk botol raksasa tersebut.

“What?? Sekelas ITDC allows this plastic-based product campaign?? Welcome to Mandalika! Right di entrance utama terpampang plastik besar, saat semua orang bilang stop plastik, malah let’s use this!” tegasnya.

Sorotan publik atas simbol botol plastik raksasa di Mandalika ini kembali mengingatkan pentingnya konsistensi dalam membangun citra kawasan wisata berkelas dunia.

Tanpa keseriusan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan, citra Mandalika sebagai destinasi ramah lingkungan bisa tergerus hanya karena praktik pemasaran yang kontradiktif.

Adit, pengelola platfrom informasi pariwisata, Lombok Friendly juga turut menyoroti adanya branding botol air mineral raksasa di bundaran Welcome to Mandalika itu.

Secara estetika, kata Adit, penempatan branding botol air mineral raksasa di atas gerbang utama “Welcome to Mandalika” kurang elok.

Menurutnya, tugu Welcome to Mandalika selain adalah penanda lokasi, sekaligus berfungsi sebagai media campaign destinasi Mandalika.

“Mestinya tugu itu 100% steril dari iklan apapun. Mestinya pihak air mineral tersebut memiliki cukup banyak budget untuk memasang iklan Billboard di seputaran lokasi, bukan “menunggangi/memayungi” Tagline sebuah Destinasi,” pungkasnya.

(red/lm)