Lensamandalika.com – Warganet dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan yang akan mencairkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) ke Kantor Pos di Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah.
Video yang pertama kali diunggah pemilik akun Denis Rias tersebut lantas viral karena penerima BLT berangkat mencairkan dana bantuannya dengan mengendarai mobil, ditambah mengenakan perhiasan emas di pergelangan tangannya. Tak ketinggalan, dia membawa kertas undangan pengambilan BLT.
“Kita ambil uang pemerintah gaes. Nggak tau berapa juta dapatnya. Kita pergi ambil saja dulu,” ungkap perempuan berjilbab putih itu mengutip video yang diunggah ulang oleh pegiat media sosial, Paul Fadila, Kamis (27/11/25) kemarin. Media ini sempat menelusuri video asli yang diunggah Denis Rias namun tidak ditemukan.
Belakangan Denis Rias mengunggah klarifikasi yang membenarkan bahwa videonya yang viral tengah menuju pencairan BLT hanyalah konten media sosial semata.
“Mungkin kalau tepat sasaran, nggak ada yang kepanasan di bantuan ini. Saya nggak heran, tapi bagaimana kita bisa saling bantu, karena pas kita tanya, penerima bantuan sudah ada datanya dari atas (pemerintah pusat),” terangnya, Kamis (27/11/25) dikutip dari caption unggahannya.
Dirinya juga menerangkan bahwa surat undangan pencairan BLT itu juga dia temukan di tempat sampah.
“Kertas ini (undangan pencairan) saya comot di sampah ya, bukan punya saya,” bebernya.
Pegiat sosial dan kemanusiaan dari Tulus Angen Community, Paul Fadila menyatakan bahwa video tersebut merupakan sindiran lantaran pada faktanya, banyak orang mampu yang tetap mendapatkan BLT dari pemerintah.
“Fenomena ini menandakan masih lemahnya pendataan dan verifikasi penerima manfaat di sejumlah desa. Sementara warga yang benar-benar membutuhkan justru sering kali terlewat,” ujarnya.
Paul menegaskan bahwa pihaknya kerap menemukan kasus serupa di lapangan, sehingga kritik melalui video tersebut diharapkan dapat membuka mata para pemangku kebijakan untuk segera berbenah dan memperbaiki sistem penyaluran bantuan. (red/lm)
“