Lensamandalika.com – World Superbike (WSBK) di sirkuit Mandalika mulai digelar hari ini, Jumat (11/11/2022) dengan agenda sesi latihan bebas 1 dan 2.

Berdasarkan pantauan langsung yang dilakukan media ini, penonton tampak lengang. Selain itu, lalu lintas menuju kawasan mandalika hingga ke depan sirkuit mandalika terpantau lancar.

Kondisi penonton berbanding terbalik dengan semakin menjamurnya pedagang asongan yang tampak semakin ramai, baik di depan sirkuit mandalika hingga ke areal Mandalika beach park.

Selain jalan, lengangnya penonton juga tampak pada area tribun. Dimana kursi-kursi penonton di zona A, B, C tampak kosong, hanya diisi oleh beberapa orang saja.

Hal serupa juga tampak pada tribun penonton di zona H I J dan K. Kursi penonton pada area tersebut kebanyakan diisi oleh para relawan pengendali kerumunan dan stakeholder yang bertugas.

Salah satu pedagang asongan, Jono (32) kepada Lensa Mandalika mengatakan, menjamurnya para pedagang lantaran tergiur dengan ramainya pengunjung yang berburu merchandise khas Mandalika pada event WSBK dan MotoGP 2021.

“Tahun lalu kan pedagang-pedagang disini seperti ketiban durian runtuh di event WSBK dan MotoGP. Jadi sekarang makin banyak yang tergiur,” katanya.

Dirinya berharap hal serupa terjadi pada event WSBK tahun ini. Dikatakannya, keadaan saat ini berbanding terbalik dengan kondisi hari pertama WSBK tahun lalu.

“Mungkin karena hari ini hanya sesi latihan bebasnya saja. Balapannya kan mulai besok sama lusa,” katanya

“Semoga ramai penonton di weekend ini, biar ramai lagi yang belanja,” ungkapnya.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Blok Pujut, Rata Wijaya menyangkan event internasional yang digelar di Mandalika tidak memberi dampak yang berarti bagi masyarakat di lingkar kawasan KEK Mandalika.

“Pemerintah sudah mengeluarkan investasi yang sangat besar di Mandalika ini, khususnya pada pembangunan sirkuit. Lihat saja setiap mau balapan ada track improvement. Pembayaran Race fee ke Dorna juga angkanya tidak main-main, ujungnya-ujungnya yang dikerahkan buat nonton para ASN,” katanya.

Padahal, kata Rate sapaan akrabnya, pemerintah dan juga khususnya promotor memiliki keleluasan waktu yang banyak untuk melakukan promosi agar penonton yang datang bukan didominasi oleh warga NTB.

“Ujung-ujungnya ASN disuruh beli tiket, padahal uang mereka kan seharusnya berputar untuk sektor ekonomi yang lain. Harusnya yang bertransaksi di Mandalika adalah orang-orang luar NTB,” tegasnya.

Sepinya penonton WSBK Mandalika, kata Rate juga terlihat dari ketersediaan akomodasi yang hingga hari H masih ada yang belum terisi.

“Kita bisa lihat di homestay-homestay warga yang hari ini masih ada yang nol bookingan,” bebernya.

Dirinya berharap keadaan ini menjadi evaluasi besar-besaran para pemangku kebijakan agar hal serupa tidak terjadi pada gelaran WSBK Mandalika 2023 yang direncanakan akan digelar pada Maret mendatang. (red/lm)