lensamandalika.com – Arab Saudi telah menyetop sementara kedatangan jemaah umrah dari seluruh negara pada 27 Februari lalu. Penangguhan sementara itu sebagai antisipasi penularan virus corona.
Meski demikian, masih terdapat puluhan ribu jemaah asal Indonesia yang beribadah di sana. Mereka sudah di Saudi sebelum dikeluarkannya aturan penangguhan sementara.
“Sampai hari ini, tercatat ada 18.589 jemaah umrah yang berada di Arab Saudi,” ujar Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama (Kemenag), Arfi Hatim, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (4/3).
Arfi mengatakan, puluhan ribu jemaah itu akan dipulangkan secara bertahap setelah menuntaskan rangkaian ibadah umrahnya masing-masing.
Pada Rabu (4/3) ini, tercatat 4.763 jemaah kembali ke Tanah Air. Mereka pulang dengan 13 maskapai penerbangan yaitu: Air Asia, Citilink, Emirates Airlines, Ethiopian Airlines, Etihad Airways, Flynas Airlines, Garuda Indonesia, Lion Air, Malaysia Airlines, Oman Air, Saudi Arabian Airlines, Srilankan Air, dan Turkish Airlines.
“Sebagian ada yang penerbangan langsung ke beberapa bandara di Indonesia. Sebagian lainnya transit di Kuala Lumpur, Dubai, Addis Ababa, Abu Dhabi, Singapura, Turki, dan Queen Alia,” ucapnya.
Sementara itu, Kasubdit Pengawasan Ibadah Umrah dan Haji Khusus, Noer Aliya Fitra, mengatakan, berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), jemaah umrah kloter terakhir akan pulang pada 15 Maret.
Berikut data rencana kepulangan jemaah umrah Indonesia:
1. 4 Maret 2020 : 4.763 jemaah,
2. 5 Maret 2020 : 4.131 jemaah,
3. 6 Maret 2020 : 1.931 jemaah,
4. 7 Maret 2020 : 2.479 jemaah,
5. 8 Maret 2020 : 2.569 jemaah,
6. 9 Maret 2020 : 1.378 jemaah,
7. 10 Maret 2020 : 428 jemaah,
8. 11 Maret 2020 : 286 jemaah,
9. 12 Maret 2020 : 241 jemaah,
10. 13 Maret 2020 : 281 jemaah,
11. 14 Maret 2020 : 14 jemaah,
12. 15 Maret 2020 : 88 jemaah.
“Keluarga jemaah di Indonesia tetap tenang karena proses pemulangan akan dilakukan sesuai jadwal yang telah direncanakan,” tutupnya.
Sumber: Kumparan