MATARAM – Ikhtiar percepatan dan penanganan pandemi Covid-19 terus digencarkan oleh jajaran Pemerintah Kota Mataram, demi menekan dan meminimalisir penyebaran Covid-19 di ibukota Provinsi NTB ini.

Ditengah upaya yang berat dan membutuhkan banyak partisipasi semua pihak, ada saja oknum masyarakat yang masih iseng melakukan penyebaran informasi melalui media yang tidak tepat dan bisa dikategorikan berita palsu atau hoax.

Walikota Mataram, H Ahyar Abduh menyayangkan masih banyaknya oknum masyarakat yang ikut-ikutan menyebar informasi-informasi yang tidak jelas sumbernya. Menurutnya, hal tersebut bisa membuat masyarakat panik dan semakin sulit mengatasi Covid-19.

Selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram, dia menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan upaya tegas terhadap oknum masyarakat penyebar hoax ini.

Dia mengancam para penyebar hoax itu, jika ditemukan akan langsung dibawa ke kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai Undang-Undang ITE.

“Tindakan tegas untuk penyebar Hoax di tengah masa pandemi Covid-19 ini juga sudah dilakukan sejumlah daerah sesuai dengan edaran Menteri dalam Negeri, Menteri Kesehatan, dan Ketua Gugus Tugas Covid-19 di tingkat pusat,” jelasnya.

https://www.facebook.com/108420987408730/posts/132471171670378/

Walikota Mataram dua periode tersebut menghimbau masyarakat untuk tidak cepat percaya dengan informasi yang diterima. Apalagi informasi yang tidak jelas sumbernya, dan disebar melalui media sosial.

Dia berharap masyarakat bisa menyaring informasi yang diterima dan melaporkan ke satgas covid-19 Mataram jika berita yang beredar tidak jelas sumbernya agar segera ditindaklanjuti.

H. Ahyar Abduh meminta masyarakat untuk bersama-sama secara partisipatif membantu pemerintah dalam menangani Covid-19 khususnya di Kota Mataram dengan Cara mentaati anjuran pemerintah untuk melakukan social distancing, physical distancing, tidak bepergian dan lebih sering di rumah, dan menerapkan pola hidup sehat.

Disaat seperti ini, menurutnya masyarakat lebih baik ikut membangun optimisme dengan konten-konten yang baik di media sosial. Mengingat dalam waktu dekat akan segera memasuki bulan suci Ramadhan. (red/SAP_)