Ponpes Binaan TGH. Habib Galang Kerjasama Ekonomi Syariah Berbasis Komunitas

0
Acara dialog kebangsaan Ekonomi Syariah berbasis Komunitas di Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Praya (Foto: Dok.LM)

Lensamandlaika.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Muhibbin NW Mispalah Praya Kecamatan Praya Lombok Tengah (Loteng), terus melakukan terobosan guna menjadikan ponpes lebih kreatif, inovatif dan lebih maju.

Sabtu (21/11) kemarin, ponpes binaan Calon Wakil Bupati Loteng nomor urut 3 TGH. Habib Ziady melakukan kerjasama dengan pemerintah pusat dalam mengembangkan ekonomi syariah berbasis komunitas.

Pantauan Lensamandalika di lokasi, kegiatan tersebut dikemas dalam dialog kebangsaan ekonomi syariah berbasis komunitas dengan menghadirkan staf ahli wakil presiden RI bidang pemberdayaan dan keuangan Guntur Subagja Mahardika, seluruh tokoh agama, dan pimpinan ponpes se-Loteng.

Dalam pidatonya, H. Farid Wajdi sekaligus timses Masrun Habib mengatakan, pihaknya sengaja membuat program baru yang dikembangkan khusus di ponpes. Mengingat selama ini ponpes tidak banyak membuat program baru, guna keberlangsungan ponpes dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami tidak sebut pimpinan ponpes kurang gesit, hanya saja selama ini kami melihat kemajuan ponpes masih kurang, sehingga kami atas nama ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Praya, telah melakukan kerjasama dengan staf ahli wakil presiden dalam mengembangkan ekonomi syariah berbasis komunitas,” paparnya.

Kenapa ini ia lakukan lanjutnya, mengingat di pusat banyak program yang menyentuh langsung ke ponpes, hanya saja kurang lihai di jemput, sehingga pihaknya mencoba melakukan itu. Dengan harapan nantinya beberapa potensi yang layak di kembangkan di Loteng, yang bisa memberikan kontribusi bagi ponpes dan kesejahteraan masyarakat, bisa di kembangkan.

“Saat ini, kami sudah mencoba untuk memfokuskan pengembangan peternak sapi di lingkup Ponpes, yang nantinya manfaatnya untuk kemajuan ponpes dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Jika nantinya berjalan sesuai yang direncanakan, tidak menutup kemungkinan program-program ekonomi Syariah berbasis komunitas bisa dikembangkan lebih luas lagi menyentuh ponpes-ponpes lainnya di Loteng.

“Kita akan fokuskan satu-satu dulu, jika ini sudah jalan, baru kita coba program yang lain,” ujarnya.

Ditambahkannya, implementasi dari program peternak sapi yang akan dikembangkan di ponpes, insyaallah akan dimulai tahun 2021.

Terkait alasan mengapa memilih pengembangan peternak sapi, hal tersebut mengingat di Loteng secara khusus, peternak sapi cukup banyak dan menjanjikan, sehingga untuk menopang kemajuan ponpes dan mensejahterakan masyarakat, mengembangkan sapi berbasis komunitas adalah penting untuk coba dilakukan.

“Harapannya, disamping hasilnya bisa untuk kemajuan ponpes, nantinya itu juga berpengaruh untuk kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Sementara itu staf ahli wapres bidang pemberdayaan dan keuangan Guntur Subagja Mahardika mengatakan, kedatangannya ke NTB, khususnya di Loteng, guna memenuhi undangan gerakan penguatan Pancasila yang diakomodir oleh organisasi pengurus ekonomi kerakyatan berbasis pesantren.

“Saya sangat tertarik dengan gerakan yang dipelopori organsiasi kerakyatan berbasis pesantren, sehingga saya datang menghadiri undangan ke tempat ini,” katanya.

Diakuinya, pesantren sebagai salah satu tempat mengader generasi Qurani, sehingga pemerintah pusat memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi pesantren untuk berkreasi dalam bidang apapun.

“Program untuk ponpes sangat banyak dari pemerintah pusat, sebab pemerintah pusat telah memberikan ruang khusus, makanya pemerintah menuntut ponpes untuk berkreasi, termasuk undangan yang saya hadiri ini,” ungkapnya.

Selanjutnya, dalam pertemuan dan dialog yang sudah dilakukan dengan pimpinan ponpes, termasuk isi undangan membahas masalah peternakan sapi berbasis Ponpes, baginya itu langkah yang tepat dikembangkan, mengingat manfaat peternakan sapi yang sangat besar.

Disamping itu, pengembangan peternak sapi di NTB, khususnya di Loteng sangat potensial. Sehingga dirinya tertarik, untuk melanjutkan. Artinya apa yang menjadi bahasan dialog, itu akan ia sampaikan nanti di pusat, sehingga program sapi berbasis Ponpes, bisa terealisasi secepatnya paling telat 2021 bisa dimulai.

“Tadi saya sudah minta kepada masing masing pimpinan ponpes, membuat konsep yang dituangkan dalam sebuah proposal, dan nantinya diharapkan bisa memberikan manfaat untuk pesantren dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Terpisah calon wakil Bupati Loteng TGH. Habib Ziady mengatakan, saatnya ponpes harus bangkit dan terdepan dalam membantu pemerintah demi menurunkan indeks kemiskinan khususnya di Loteng.

Dengan penerapan program yang sudah di programkan oleh Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Praya dalam hal pengembangan sapi ala ponpes, diharapkan mampu memberikan kontribusi untuk kemajuan ponpes dan berimbas kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Loteng, indeks kemiskinannya masih tinggi yakni 14 persen, hal ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah semata, namun ini tanggung jawab kita bersama, termasuk mengembangkan peternak sapi yang dimulai dari ponpes untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya. (red/LM)