Tolak Angin Laris Manis Saat Pandemi Corona, Bos Sido Muncul Makin Kaya Raya

0
Tolak angin dari sidomuncul (Foto: Instagram/Sidomuncul)

Lensamandalika.com – Forbes kembali merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Salah satu petahana dalam daftar tersebut adalah Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), Irwan Hidayat.

Menariknya, Irwan kini menduduki peringkat ke-17, naik drastis dari posisi terakhirnya di tahun 2019 yang berada di urutan ke-30, dan ke-47 pada tahun 2018.

Dikutip dari Forbes, Senin (14/12), kekayaan Irwan dan keluarganya melonjak 41 persen di 2020. Kenaikan ini cukup menarik sebab terjadi di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

Kenaikan tersebut membuat kekayaan Irwan dan keluarga saat ini mencapai USD 1,55 miliar atau setara Rp 21,94 triliun (kurs USD 1: Rp 14.100). Hal ini membuat Irwan menjadi salah satu pebisnis yang justru mencetak keuntungan di tengah pandemi ketika dunia usaha secara umum tertekan.

Adapun naiknya kekayaan Irwan dan keluarganya disebut-sebut disebabkan oleh larisnya produk Sido Muncul terutama Tolak Angin pada saat masa pandemi COVID-19.

Forbes menyebutkan, Irwan Hidayat dan keluarganya memiliki saham mayoritas di Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul, perusahaan jamu terbesar di Indonesia.

Perusahaan publik tersebut dilaporkan menguasai 60 persen pangsa pasar jamu Indonesia. Merek terbesarnya adalah Tolak Angin, yang meredakan batuk, pilek, dan memperbaiki pencernaan.

Tidak hanya di produk herbal, bisnis Irwan juga telah berkembang ke sektor perhotelan. Saat ini Irwan memiliki tiga hotel di Pulau Jawa.

Belum lama ini, Forbes juga menetapkan Sido Muncul menjadi salah satu dari 200 perusahaan yang meraih penghargaan Asia Best Under a Billion versi Forbes Asia.

Tidak hanya itu, atas inovasi Sido Muncul dalam mengembangkan potensi pemanfaatan herbal di Indonesia, perseroan kembali meraih penghargaan 50 Best of the Best Companies yang digelar Forbes Indonesia untuk ke-10 kalinya.

Sido Muncul masuk dalam daftar Best of the Best 2020 dengan melewati proses penilaian dan melihat kinerja perseroan dari berbagai parameter. Misalnya pertumbuhan rata-rata Return on Equity (ROE) dan Return of Assets (ROA), pertumbuhan penjualan, dan peningkatan laba bersih.

Perusahaan yang berhasil masuk dalam daftar terbaik, merupakan emiten yang konsisten dengan kinerja mereka dalam jangka waktu tiga sampai lima tahun.

Penghargaan yang diterima tahun ini merupakan penghargaan untuk ketiga kalinya setelah sebelumnya menerima pada tahun 2016 dan 2019. Bukan tanpa alasan, hal ini berkat Sido Muncul yang memiliki market capitalization di atas USD 1 miliar. (red/LM)