Headline- Baru-baru ini publik tanah air menyaksikan deklarasi yang begitu masif terkait Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang mengusulkan Anies Rasyid Baswedan sebagai calon Presiden pada kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut resmi menjadi Calon Presiden yang diusulkan oleh Parta Nasdem melalui Deklarasi Partai yang dilaksanakan Senin, 3 Oktober lalu di Nasdem Tower, Gondangdia Menteng, Jakarta Pusat.

Terlihat dalam deklarasi tersebut Anies didampingi langsung oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Dharma Paloh serta disaksikan oleh segenap pengurus dan simpatisan Parta Nasdem yang hadir.

Setelah Deklarasi tersebut menyita perhatian publik muncul opini terkait siapa pasangan duet Anies untuk melengkapi kontestasi Capres dan Cawapres 2024 mendatang.

Beberapa nama digadang-gadang cocok menjadi cawapres Anies diantaranya Agus Harimurti Yudhoyono yang saat ini juga sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, Khofifah Indar Parawansa yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur dan terakhir nama Zulkiefliemansyah Gubernur NTB juga muncul sebagai salah satu kandidat tersebut.

Melihat opini publik yang berkembang ditelusuri Anies Baswedan dan Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB tersebut sama-sama pernah memimpin senat mahasiswa sebuah organisasi tertinggi di Kampus.

Hal tersebut seolah-olah menguatkan bahwa duet mantan aktivis ini sangat cocok menjadi pasangan ideal Capres dan Cawapres pada kontestasi Pilpres 2024 nanti.

Muhammad Amri Akbar yang pernah menjabat sebagai Ketua BEM Universitas Mataram dan saat ini sebagai Ketua KAMMI NTB dihubungi oleh wartawan via whats app memberikan tanggapan bahwa duet pasangan Anies-Bang Zul ini harus dipertimbangkan oleh masing-masing partai politik pengusul karena kesamaan latar belakang tersebut.

“Pernah menjadi Ketua Senat, Anies di UGM tahun 1992 dan Bang Zul di UI 1994 sekarang Anies baru saja menjadi Gubernur DKI Bang Zul di NTB ini fenomena yang jarang terjadi, skema ini harus menjadi pertimbangan” Ungkap Amri (10/10/2022)

Ia juga mengungkapkan bahwa 2 tokoh tersebut sama-sama jebolan Luar Negeri sehingga pengalaman intelektualnya tidak bisa diremehkan.

“Anies di Amerika sedangkan Bang Zul di Inggris, mereka menyelesaikan Doktoralnya di Luar Negeri” pungkas Amri

Dikonfirmasi berbeda Ahmad Saripudin Nur atau Ari SN sapaan akrab Kabid KebIjakan Publik KAMMI NTB dan Juga Mantan Presiden FORMULA 2019-2021 tersebut juga mengatakan duet Anies dan Bang Zul ini semakin hangat dipublik karena keduanya sama-sama pernah menjadi Kepala Daerah selain itu memiliki latar belakang kepemimpinan yang cukup mumpuni.

“Ada kecendrungan publik bahwa tokoh berlatar belakang Kepala Daerah memiliki elektabilitas yang tinggi, seperti dikutip dari Lembaga Survei KedaiKOPI beberapa waktu ini Anies memimpin elektabilitas tokoh Kepala Daerah Wilayah Indonesia Barat 38,2 % sementara Dr.Zul Wilayah Indonesia Timur 20,8 %” Jelasnya, senin (10/10/2022)

Selain itu Ia menambahkan bahwa hasil survei KedaiKOPI tersebut juga memunculkan Partai tempat Dr.Zul saat ini yaitu PKS mendapatkan respon 40% sebagai partai yang memungkinkan mengajukan nama calon wakil presiden.

Namun Ari juga mengungkapkan seandainya koalisi ini jadi masih terdapat PR mengenai ambang batas pencalonan Presiden (Presidential Threshold) yang harus terpenuhi.

“Ambang Batas (Presidential Threshold) kalau kita hitung Nasdem 10,26% sedangkan PKS 8,21% sementara dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum mengatur minimal 20%, jadi masih kurang 2% ini mungkin saja menjadi celah melihat tidak hanya PKS yang merapat ke Anies tapi yang cukup di perhitungkan yaitu Demokrat” pungkasnya.

Sebagai penutup Ia mengatakan peta politik bisa berubah sewaktu-waktu tergantung hasil lobby para pihak.

“Ambang batas ini membuat koalisi itu rentang berubah-ubah di ujung, karena 2% itu sebuah pertaruhan bagi parpol” tutupnya (red.asn)