Lensamandalika.com – Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut, bersiap menggelar perayaan Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-80 sekaligus Hari Jadi Desa ke-28 dengan kemasan istimewa bertajuk Segala Anyar Etno Festival.
Perayaan ini akan berlangsung dari 10 Agustus hingga puncak acara pada 1 September 2025, menampilkan perpaduan budaya, gotong royong, dan pelayanan untuk masyarakat.
Persiapan acara dibahas dalam rapat konsolidasi yang digelar Kamis, 7 Agustus 2025 di Aula Kantor Desa Segala Anyar. Rapat dihadiri Kepala Desa dan perangkatnya, Ketua lembaga desa, kader Posyandu, anggota PKK, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.
Mengutip keterangan tertulis yang dimuat di website resmi Desa, Kepala Desa Segala Anyar, Ahmad Zaini, menegaskan dukungan penuh pemerintah desa terhadap kegiatan ini, mulai dari pendanaan awal hingga fasilitasi koordinasi lintas lembaga.
Ia juga membuka peluang agar momen ini dirangkaikan dengan Gawe Dise, yaitu berkantornya perangkat OPD Kabupaten Lombok Tengah selama satu hari di desa untuk memberikan pelayanan administrasi seperti pembaruan KTP, KK, dan layanan dasar lainnya.
“Bentuk kegiatan kami serahkan kepada panitia. Pemerintah desa siap mendukung, termasuk menyiapkan anggaran awal,” kata Ahmad Zaini.
Ketua Panitia, Lalu Kesuma Jayadi, menjelaskan bahwa Segala Anyar Etno Festival akan menjadi wadah ekspresi budaya sekaligus ajang kebersamaan warga. Tema ini diangkat setelah melihat potensi desa untuk menampilkan kekayaan tradisi dan kreativitas masyarakat.
“Ini gawe bersama seluruh elemen desa, terutama pemuda. Selain memeriahkan HUT RI dan Hari Jadi Desa, kami ingin melestarikan budaya, menghidupkan semangat gotong royong, dan peduli lingkungan,” ujar Bungk LKJ, sapaan akrabnya.
Rangkaian Kegiatan Segala Anyar Etno Festival
Menurut Bung LKJ, rangkaian kegiatan terbagi menjadi tiga tahap besar.
“Tahap pertama adalah pra-kegiatan yang berlangsung pada 10–16 Agustus. Di sini warga akan melakukan bersih desa, memasang umbul-umbul dan bendera, serta membuat gapura di setiap dusun. Kegiatan ini menjadi awal untuk membangun suasana meriah di seluruh desa,” jelasnya.
Adapun tahap kedua adalah kegiatan inti yang dimulai 24 Agustus hingga 1 September 2025 mendatang.
“Kegiatan inti meliputi zona ekspresi dan ketangkasan pemuda, wicara budaya serta workshop tentang Sorong Serah Aji Krame, kemudian aksi penghijauan di kawasan mata air, dan donor darah. Semua kegiatan ini dirancang agar melibatkan masyarakat secara langsung dan memberi manfaat nyata,” terangnya.
Sementara untuk puncak acara pada 1 September 2025, Bung LKJ mengatakan akan ada beragam pertunjukan dan layanan masyarakat.
“Puncak perayaan akan kita mulai dengan kirab budaya dan karnaval, arak-arakan kostum adat, musik tradisional, hingga pementasan tari dan wayang kulit,” paparnya.
Dengan kemasan ini, Segala Anyar Etno Festival diharapkan bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum memperkuat identitas budaya dan kebersamaan warga desa.
“Kita juga akan mengadakan zikir dan doa bersama, meresmikan Perpustakaan Desa, dan melaksanakan sunatan massal yang diiringi arak-arakan praje sunat dengan gong jaran. PKK juga akan menyajikan kuliner tradisional untuk masyarakat dan tamu,” pungkasnya. (red/lm)