Lensamandalika.com – Puskesmas Kuta menggelar Forum Konsultasi Publik, sebagai rangkaian evaluasi pelayanan semester pertama, Sabtu (6/12/2025) di Aula Puskesmas Kuta. Forum ini menjadi wadah penyampaian hasil temuan, kritik, dan masukan masyarakat yang sebelumnya dihimpun melalui konsultasi publik tahap pertama pada Juli 2025 yang lalu.

Kepala Puskesmas Kuta, Zainal Abidin, menyampaikan bahwa forum tersebut digelar sebagai mekanisme pertukaran opini dengan para stakeholder untuk memastikan pelayanan kesehatan di Kuta terus berkembang dan tidak stagnan.

“Konsultasi ini penting agar kami tidak seperti katak dalam tempurung. Kami perlu penilaian langsung dari masyarakat, baik berupa kritik maupun apresiasi, sehingga layanan yang kami berikan bisa terus dibenahi,” ujar Zainal.

Pada Agustus lalu, Puskesmas Kuta menyebarkan kuesioner kepada 350 responden untuk mengukur kepuasan masyarakat. Hasilnya, pelayanan Puskesmas Kuta meraih nilai 83,28, yang termasuk dalam kategori baik.

Pada quisioner tersebut, responden diminta memberikan penilaian pada berbagai aspek diantaranya prosedur pelayanan, waktu pelayanan, kewajaran biaya, kesesuaian standar pelayanan dengan implementasi di lapangan, kemampuan petugas, perilaku petugas, kualitas sarana dan prasarana, ketersediaan kotak saran dan kanal pengaduan.

Menurut Zainal, hasil penilaian ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi landasan untuk memperbaiki sistem pelayanan secara menyeluruh.

Berlandaskan moto SEHATI, pihaknya menegaskan komitmen untuk menjalankan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Setiap bentuk penyimpangan dari SOP, kata dia, akan diberi teguran hingga sanksi.

“Setiap item pelayanan punya SOP. Kalau keluar dari standar, itu pelanggaran. Dan tentu ada konsekuensinya. Kami tidak segan memberikan sanksi bila pelayanan tidak sesuai ketentuan,” tegasnya.

Selain itu, Puskesmas Kuta nantinya akan berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sehingga memiliki keleluasaan merekrut tenaga dengan sistem pengupahan yang lebih layak. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk kebersihan fasilitas.

Zainal juga mengingatkan bahwa masyarakat dapat menyampaikan pengaduan melalui berbagai kanal resmi, mulai dari WhatsApp, email, media sosial, hingga kotak saran yang disediakan.

Forum konsultasi publik ini, lanjutnya, menjadi komitmen bersama antara penyelenggara layanan dan masyarakat untuk menghadirkan pelayanan yang lebih adil, setara, dan berkelanjutan.

Zainal berharap masyarakat terus terlibat aktif memberikan masukan, agar kualitas pelayanan Puskesmas Kuta semakin meningkat.

“Tujuan akhirnya adalah agar seluruh warga mendapatkan pelayanan yang sama dan terbaik. Kritik dan saran adalah energi untuk kami agar terus berbenah,” tutupnya.

Gusti Sempane Gare dari Forum Blok Pujut menyampaikan apresiasi mendalam atas keterbukaan proses evaluasi yang dilakukan Puskesmas Kuta. Menurutnya, forum ini mencerminkan langkah serius Puskesmas dalam menjadikan masyarakat sebagai mitra dalam pengawasan dan pengembangan layanan kesehatan.

“Terobosan yang dilakukan Puskesmas Kuta sangat visioner dan patut dicontoh. Membuka ruang dialog seperti ini menunjukkan kesungguhan mereka mendengar dan memperbaiki diri,” ujarnya.

Gusti menilai bahwa kehadiran forum konsultasi publik bukan hanya sebagai formalitas, tetapi menjadi bukti bahwa Puskesmas Kuta bergerak menuju pelayanan yang semakin transparan dan akuntabel. Ia menambahkan, masyarakat kini memiliki ruang yang lebih jelas untuk menyampaikan aspirasi tanpa merasa jauh dari penyelenggara layanan.

“Kami melihat perubahan nyata dari sisi keterbukaan dan responsivitas. Ini bukan sekadar acara seremonial, tapi komitmen yang memberi harapan bahwa pelayanan kesehatan di Pujut akan semakin berkualitas,” pungkasnya. (red/LM)