Lensamandalika.com – Ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII di NTB terus menuai sorotan publik. Setelah pembukaan ajang tersebut pada Minggu (26/7/25) yang dinilai sangat spektakuler, kini salah satu mata lomba menuai kontroversi di tengah masyarakat.

Kontroversi yang timbul lantaran salah satu mata lomba dinilai terlalu vulgar menampilkan aurat wanita. Kritik pedas lantas mulai berdatangan mengingat lomba tersebut sangat kontras dengan julukan Pulau Lombok sebagai Pulau Seribu Masjid.

Salah satu kritik pedas terlontar dari pengasuh pondok pesantren Lentera Hati Islamic Boarding School Lombok yaitu, Abah TGH Muadzar Habibi. Dirinya menyampaikan langsung protesnya melalui siaran langsung di media sosial facebook dan menyatakan bahwa lomba tersebut sangat tidak pantas menjadi konsumsi publik.

Ia menilai kegiatan tersebut mengeksploitasi tubuh wanita, tidak mencerminkan nilai-nilai pendidikan, dan jauh dari norma kesopanan serta nilai keislaman, khususnya mengingat NTB dikenal sebagai “Pulau Seribu Masjid”.

“Saya menyaksikan secara langsung dari Samarinda melalui live, ada salah satu mata lomba yang mengeksplorasi tubuh wanita di atas panggung. Itu sangat tidak pantas, tidak mendidik, dan tidak Islami. Saya minta panitia FORNAS meminta maaf kepada masyarakat NTB,” tegas Abah Muadzar Habibi.

Ia juga menyayangkan kurangnya selektivitas panitia dalam menyaring jenis lomba yang dipertunjukkan, terlebih karena kegiatan tersebut terbuka untuk umum dan ditonton oleh masyarakat, termasuk anak-anak.

“Itu bukan olahraga, bukan seni, dan tidak ada unsur pendidikan sama sekali. Justru kegiatan itu bisa merusak moral generasi bangsa,” tambahnya.

Abah Muadzar Habibi lantas memberikan waktu 1×24 jam kepada panitia FORNAS untuk memberikan klarifikasi dan permintaan maaf kepada masyarakat NTB. Jika tidak, pihaknya akan mempertimbangkan langkah hukum berupa somasi terhadap panitia dan meminta pertanggungjawaban moral kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

Diketahui cabor yang dipertandingkan di FORNAS itu merupakan Lomba dari Persatuan Binaraga dan Fisik Indonesia (Perbafi) yang digelar di Raja Hotel Mandalika, Lombok Tengah pada Senin (28/7/25) kemarin.

Yang menjadi keberatan adalah ketika panitia menggelar lomba binaraga kelas Putri. Tampak pada potongan video yang beredar menampilkan sejumlah wanita berpakaian erotis dengan aurat yang hampir terbuka seluruhnya. (red/LM)