Lensamandalika.com – Puluhan ribu ikan nila siap panen di Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah mati mendadak, Selasa (3/2/26).

Pembimbing lapangan sekaligus agen pakan, Muhammad Sholihin mengungkapkan, matinya ikan secara mendadak diduga imbas penurunan voltase listrik secara tiba-tiba.

“Akibatnya kincir yang ada di tengah kolam melambat, kadar oksigen terlarut di dalam kolam menurun, jadi ikan-ikan kekurangan oksigen dan mati,” terangnya.

Kejadian penurunan voltase, kata Sholihin sering terjadi pada malam hari, sehingga tidak diketahui oleh petani yang berjaga.

“Kalau siang bisa kita siasati dengan ganti kabel atau pakai genset, kalau malam hari kan susah, kejadiannya tengah malam ketika yang jaga istirahat,” bebernya.

Total ikan nila yang mati milik petani binannya sejumlah hampir dua puluh ribu ekor, beratnya setara 4 ton.

“Satu kilo naik lima, jadi kurang lebih ada 4 ton,” jelasnya.

Dijelaskannya, petani merugi hingga Rp. 100 juta imbas kejadian tersebut.

Perasaan was-was kini membayangi petani lainnya di Desa Bunkate. Menurut Sholihin, terdapat setidaknya lima belas orang petani ikan nila di Desa Bunkate yang terancam merugi apabila terus menerus terjadi penurunan voltase di malam hari.

“Kejadiannya dua minggu belakangan ini, kalau tidak ada tindak lanjut, kasian petani disini bakal merugi,” katanya.

Dirinya berharap ada perbaikan jaringan, khususnya untuk instalasi Bunkate-Pringgerate yang menjadi sentra pertanian ikan air tawar di Lombok Tengah.

“Jalan desa sudah bagus, jalan lapen. Jadi kami harap bisa penambahan gardu, karena sekarang untuk penarikan kabelnya sangat jauh sampai 300 meter,” pungkasnya. (red/lm)