Lensamandalika.com – Pertemuannya dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu menjadi momentum penting dalam perjalanan politik Sri Anom Putra Sanjaya.

Silaturahmi itu tidak hanya menjadi ajang bertukar pandangan, tetapi juga memantapkan langkah Anom untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Sebagai figur yang telah lama aktif di dunia organisasi kepemudaan, Anom dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai kegiatan sosial dan gerakan pemuda di Lombok Tengah.

Pengalaman tersebut membuat namanya cukup dikenal di kalangan masyarakat, khususnya di lingkungan organisasi kepemudaan.

Menurut Anom, sapaan akrabnya, langkahnya masuk ke dunia politik merupakan kelanjutan dari pengabdian yang selama ini ia jalankan melalui berbagai organisasi.

“Bagi saya, ini adalah langkah untuk memperluas kontribusi pemuda dalam pembangunan bangsa. Selama ini saya bergerak melalui organisasi, dan sekarang saya ingin membawa gagasan serta semangat kepemudaan itu masuk ke ruang politik agar bisa diwujudkan dalam kebijakan yang nyata,” ujar Anom melalui keterangan yang diterima media ini, Ahad (8/3/26).

Ia menilai PSI menjadi wadah yang tepat bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam politik yang progresif serta membawa gagasan baru dalam pembangunan.

Di bawah kepemimpinan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, Anom melihat ruang partisipasi anak muda dalam politik semakin terbuka lebar.

“Saya melihat di bawah kepemimpinan Mas Kaesang, PSI memberi ruang yang sangat luas bagi anak muda untuk berkontribusi nyata. Ini menjadi energi baru bagi generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton dalam politik, tetapi ikut mengambil peran strategis,” katanya.

Pertemuan dengan Jokowi juga dimaknai Anom sebagai kesempatan untuk meminta pandangan dari tokoh nasional yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat serta memberi perhatian besar terhadap peran generasi muda.

Menurutnya, Jokowi merupakan sosok pemimpin yang mampu menginspirasi anak muda untuk terlibat aktif dalam pembangunan.

“Pak Jokowi selama ini menjadi salah satu tokoh yang mampu menginspirasi generasi muda untuk berani mengambil peran dalam pembangunan. Dalam pertemuan itu saya banyak menyerap pandangan beliau tentang bagaimana anak muda bisa berkontribusi lebih besar bagi bangsa,” ujarnya.

Keseriusan Anom bergabung dengan PSI juga ditunjukkan dengan sejumlah langkah konkret. Ia mengaku telah beberapa kali berkunjung ke kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI setelah pertemuannya dengan Jokowi.

“Saya sudah beberapa kali datang ke DPP PSI setelah bertemu Pak Jokowi. Itu bagian dari keseriusan saya untuk bergabung sekaligus ikut membesarkan PSI, khususnya di daerah,” katanya.

Anom menilai PSI memiliki semangat yang sejalan dengan gerakan kepemudaan yang selama ini ia jalankan di Lombok Tengah.

“PSI adalah partai anak muda yang dipimpin oleh anak muda. Semangat itu sangat selaras dengan gerakan kepemudaan yang selama ini kami bangun di daerah. Karena itu saya merasa cocok jika energi tersebut juga bisa berkembang sampai ke daerah,” ujar Anom yang juga ketua KNPI Lombok Tengah itu.

Ia juga menilai kepemimpinan Jokowi telah memberi dampak besar terhadap pembangunan di Nusa Tenggara Barat, terutama di kawasan Kawasan Mandalika, Lombok Tengah.

Menurut Anom, keberanian pemerintah pusat dalam membangun kawasan tersebut telah membawa perubahan signifikan bagi daerah.

“Pak Jokowi memiliki keberanian besar dalam membangun Mandalika. Dulu kawasan itu relatif sepi, tetapi sekarang menjadi jauh lebih ramai setelah dibangun akses infrastruktur dan berbagai atraksi wisata, termasuk hadirnya Sirkuit Mandalika. Itu bukti keberpihakan beliau terhadap kemajuan daerah,” katanya.

Anom berharap langkahnya bergabung dengan PSI dapat menjadi awal bagi semakin banyak generasi muda untuk berani terlibat dalam politik.

“Politik tidak boleh jauh dari anak muda. Justru generasi muda harus hadir membawa gagasan, integritas, dan semangat perubahan agar politik kita semakin sehat dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” tutupnya. (Red/LM)