Lensamandalika.com – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mengumumkan bahwa sebanyak 10 pengacara dari tim Hotman 911 akan terbang dari Jakarta ke Lombok untuk menghadiri persidangan perkara pembunuhan dengan terdakwa Radit Adiansyah.
Persidangan tersebut akan digelar di Pengadilan Negeri Mataram pada Selasa, 10 dan 12 Maret 2026. Hotman juga mengajak para wartawan untuk datang langsung ke pengadilan guna mengikuti jalannya sidang.
“Sepuluh pengacara dari tim Hotman 911 akan terbang dari Jakarta ke Lombok untuk hadir di persidangan perkara pembunuhan dengan terdakwa Radit yang dituduh membunuh pacarnya di pantai,” ujar Hotman dalam pernyataannya dari Jakarta.
Dia menegaskan bahwa seluruh anggota tim hukumnya berangkat secara mandiri. Mereka disebut membiayai sendiri tiket pesawat serta penginapan selama berada di Lombok.
“Sepuluh pengacara tim Hotman 911 mereka semua berangkat bayar tiket masing-masing, penginapan masing-masing. Mohon dukungan dari semua aparat,” katanya.
Hotman juga meminta agar aparat penegak hukum berhati-hati dalam menangani perkara tersebut dan tidak sampai salah menilai posisi Radit.
“Hati-hati jangan sampai kita mengadili korban. Jangan kita penjarakan orang yang diduga korban,” tegasnya.
Soroti Hasil Visum Radit
Menurut Hotman, kondisi Radit saat ditemukan di lokasi kejadian justru sangat memprihatinkan. Berdasarkan hasil visum yang ia pelajari, Radit mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh.
“Saat ditemukan pacarnya meninggal, Radit lukanya parah banget menurut hasil visum. Ada patah tulang tengkorak dan sekitar 20 luka di tubuh Radit,” ungkapnya.
Hotman mengaku telah meminta pendapat dokter ahli visum dari kota lain dengan mengirimkan dokumen hasil visum Radit untuk dianalisis kembali.
“Tadi saya sudah tanya lagi ke dokter ahli visum di kota lain. Saya kirim sama dia bukti visum Radit. Kalau demikian halnya, mungkinkah Radit sebagai pelaku pembunuhan sedangkan lukanya parah?” katanya.
Ia menjelaskan, saat peristiwa terjadi pada 26 Agustus 2025, Radit dan pacarnya ditemukan terpisah sekitar 100 meter di kawasan Pantai Nipah. Pacar Radit ditemukan meninggal dunia, sementara Radit dalam keadaan pingsan dengan luka berat.
“Dua-duanya ditemukan di pantai. Cewek meninggal, Radit dalam keadaan pingsan luka parah, ada dua puluh luka,” ujarnya.
Pernah Diadukan ke Komisi III DPR
Sebelumnya, Hotman juga membawa kasus tersebut ke Komisi III DPR RI pada Kamis (26/2). Ia datang bersama ibu Radit, Makkiyati, untuk mengadukan perkara yang menimpa mahasiswa Universitas Mataram tersebut.
Dalam pertemuan itu, Hotman menjelaskan kronologi kejadian pada 26 Agustus 2025. Saat itu pacar Radit ditemukan tewas di bibir Pantai Nipah, Mataram, sementara Radit ditemukan dalam kondisi babak belur sekitar 100 meter dari lokasi tubuh pacarnya.
Berdasarkan kondisi tersebut, Hotman menduga ada kemungkinan pelaku lain yang menganiaya keduanya.
“Hal itu membuat saya berkesimpulan bahwa ada pelaku lain yang menganiaya kedua orang tersebut,” katanya.
Jadwal Kegiatan Tim Hotman 911 di Mataram
Sementara itu, mengutip unggahan di akun Instagram pribadi Hotman Paris Hutapea, tim Hotman 911 dijadwalkan menjalani sejumlah agenda selama berada di Mataram.
Pada Senin, 9 Maret 2026, tim Hotman 911 akan melakukan kunjungan ke Lapas Kelas IIA Lombok Barat yang berada di Dusun Pemangket, Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat, untuk bertemu dengan Radit Adiansyah.
Selanjutnya pada Selasa, 10 Maret 2026, tim Hotman 911 akan hadir dalam persidangan perkara Radit Adiansyah di Pengadilan Negeri Mataram pukul 10.00 WITA dengan agenda pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Pada Rabu, 11 Maret 2026, tim Hotman 911 juga dijadwalkan menggelar kegiatan konsultasi hukum gratis bagi masyarakat tanpa dipungut biaya. Informasi mengenai lokasi kegiatan tersebut akan diumumkan lebih lanjut.
Sementara pada Kamis, 12 Maret 2026, tim Hotman 911 kembali dijadwalkan menghadiri persidangan Radit Adiansyah di Pengadilan Negeri Mataram pukul 10.00 WITA dengan agenda pemeriksaan saksi dari JPU.
Bantah Dibayar
Dalam pernyataannya, Hotman juga membantah berbagai tudingan yang menyebut dirinya menerima bayaran untuk menangani perkara tersebut.
“Saya tidak ada kepentingan, dan tidak ada yang membayar saya. Ada yang bilang ada yang bayar saya untuk memberikan bantuan hukum, itu bohong tidak ada satu perak pun yang membayar saya,” ujarnya.
Ia juga menepis rumor yang menyebut ada pihak tertentu yang membiayai langkah hukumnya.
“Ada yang menuduh ada yang membayar Hotman, itu bohong. Saya sudah kaya, saya tidak mungkin berbohong demi uang kecil,” tegasnya.
Hotman pun mengajak para wartawan untuk menghadiri langsung sidang Radit di Pengadilan Negeri Mataram.
“Para wartawan datang ke Pengadilan Negeri Mataram hari Selasa ini, ketemu tim Hotman 911. Salam Hotman Paris dari Jakarta,” tutupnya. (red/lm)