Lensamandalika.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menggelar kegiatan bakti sosial bekerja sama dengan UPTD BLUD Puskesmas Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pada Minggu, (19/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di UPTD BLUD Puskesmas Kuta ini menyasar sebanyak 100 balita dengan fokus pada penyuluhan serta screening untuk membantu deteksi dini masalah tumbuh kembang anak.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan dasar, seperti pengukuran berat dan tinggi badan, serta konsultasi langsung antara orang tua dan dokter anak terkait pola asuh dan pemenuhan gizi seimbang.
Para tenaga medis turut memberikan edukasi praktis kepada orang tua mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang secara berkala, sehingga potensi gangguan dapat dideteksi lebih dini dan ditangani secara tepat.
Kepala UPTD BLUD Puskesmas Kuta, Zainal Abidin, mengapresiasi langkah positif yang dilaksanakan oleh IDAI. Menurutnya, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung.
Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh para orang tua, khususnya terkait tumbuh kembang anak dan persoalan stunting.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Banyak orang tua yang aktif bertanya, terutama terkait tumbuh kembang anak dan stunting. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat mulai meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh pertanyaan yang diajukan langsung mendapat respons dari para dokter anak yang hadir. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung lancar dan mendapat apresiasi positif dari para peserta.
Salah satu peserta, Ibu Tria, warga Dusun Mong I, Desa Kuta, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut, terlebih bisa berkonsultasi langsung dengan dokter anak.
“Kami jadi lebih paham tentang tumbuh kembang anak dan apa saja yang perlu diperhatikan, terutama soal gizi dan pencegahan stunting,” tuturnya.
Sementara itu, dr. Diyah Vedaswari, Sp.A., menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari komitmen IDAI dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan anak sejak dini.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu orang tua memahami pentingnya deteksi dini tumbuh kembang anak, sehingga jika ada keterlambatan atau gangguan bisa segera ditangani,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, selain melaksanakan kegiatan sosial, para dokter anak yang tergabung dalam IDAI turut berkesempatan mengunjungi sejumlah destinasi pariwisata ikonik di kawasan KEK Mandalika.
“Ini menjadi pengalaman yang menyenangkan, karena selain berbagi ilmu dan pelayanan, kami juga bisa melihat langsung keindahan destinasi wisata yang luar biasa di daerah ini,” tandasnya. (red/lm)