Lensamandalika.com – Pergelaran Event MotoGP tinggal hitungan hari. Ajang balapan motor bergengsi kelas dunia tersebut digadang-gadang bakal mendatangkan puluhan ribu tamu ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Akomodasi atau penginapan sudah barang tentu menjadi sangat dibutuhkan, terutama hotel, villa, bungalow, homestay dan jenis akomodasi lainnya. Akomodasi ini sendiri sangat diharapkan tersedia di desa-desa lingkar KEK Mandalika agar bisa mengakomodir kebutuhan kamar untuk para tamu.

Salah satu terobosan yang diprogramkan pemerintah adalah pemberian bantuan pembangunan Homestay dan Sarana Hunian Sementara (Sarhunta) bagi masyarakat desa-desa Lingkar KEK Mandalika.

Saat ini beberapa desa di Kecamatan Pujut seperti Desa Sengkol, Kuta, Sukadana dan desa lainnya telah diakomodir dan dibangunkan homestay pada 2020 lalu. Bahkan beberapa desa di Kecamatan Praya Barat juga mendapat program ini melalui kementerian terkait.

Namun tidak bagi Desa Mertak, Kecamatan Pujut. Padahal kini sudah sekitar 300 Homestay/Sarhunta tersebar di beberapa desa telah dioperasikan.

“Yang disayangkan, hanya satu desa di Lingkar Mandalika yang masyarakatnya belum mendapatkan Homestay dan Sarhunta yakni desa kami, Mertak,” aku Kepala Desa Mertak, Moh. Syahnan melalui keterangan tertulis kepada Lensa Mandalika, Rabu (2/3/2022). 

Syahnan pun merasa jengkel dan kecewa terhadap pemerintah, baik itu kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat yang menganaktirikan desanya. Atas hal ini, masyarakat merasa sangat dikucilkan juga.

“Mertak adalah gerbang KEK, lalu kenapa bantuan homestay hanya tinggal janji? Padahal pendataan sudah dari 2019 lalu dan dijanjikan terealisasi pada 2020. Tapi satupun belum ada dibangun dan diberikan kepada masyarakat kami,” tuturnya.

Pemdes pun berharap dan mendesak agar bantuan homestay untuk masyarakat tersebut benar-benar terealisasi di Desa Mertak mengingat masyarakat sudah bosan hanya diberikan janji-janji palsu untuk bisa diakomodir pada tahun berikutnya.

Senada dengan Kades, Sekretaris Karang Taruna Desa (KTD) Mertak Radian Hasan juga menyampaikan, keberadaan homestay pada saat event MotoGP nanti adalah salah satu jalan bagi masyarakat desa Lingkar KEK untuk kecipratan dampak dari event dunia tersebut.

Hanya saja kata dia, keberadaan program pembangunan homestay di desa lingkar KEK nyatanya tidak merata digelontorkan. Terbukti satupun warga desanya tidak ada yang dapat.

“Kami sangat menyayangkan program pembangunan homestay bagi masyarakat Desa Mertak belum terealisasi sampai sekarang. Padahal janji manis pemerintah sedari awal berjanji akan digelontorkan ke masyarakat,” terang Presiden Formula itu.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu Kepala Dinas PUPR Loteng, Lalu Rahadian mengutarakan bahwa pembangunan homestay di desa penyangga KEK Mandalika telah rampung dan sudah beroperasi sebelum pergelaran Wolrd Superbike (WSBK) yang berlangsung di Sirkuit Pertamina Mandalika Lombok akhir tahun lalu.

“Pembangunan ratusan homestay itu telah selesai dan sudah dipakai untuk menerima tamu lokal maupun asing,” katanya.

Pembangunan homestay yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR tersebut dilakukan untuk mendukung pengembangan pariwisata di KEK Mandalika yang merupakan salah satu dari lima Destinasi Wisata Prioritas (DSP) strategis nasional yang ditetapkan pemerintah pusat.

Adapun pola pembangunan homestay itu yakni rumah warga yang dibangun dan satu kamar disiapkan untuk menerima tamu atau wisatawan. Sehingga pembangunannya sesuai dengan standar hotel.

“Homestay ini dibangun di beberapa desa, Desa Sengkol, Kuta dan beberapa desa lainnya sekitar KEK Mandalika,” katanya. (red/lm)