Jangan Panik, Tuak Bisa Jadi Hand Sanitizer dan Penangkal Virus Corona

0
Ilustrasi, Petani Aren / Enau

Lensamandalika.com – Tuak atau air tuak yang dihasilkan dari Pohon Aren atau Pohon Enau (penyebutan nama pohon aren di Tanah Sasak-red) ternyata bisa dipergunakan untuk menghalau virus corona atau Covid-19 yang sedang menggegerkan dunia belakangan ini akibat dampaknya yang dapat mematikan.

Selain itu, dari pepohonan yang banyak tumbuh subur di berbagai wilayah di Indonesia itu, khususnya di Pulau Lombok, tuak bisa dijadikan hand sanitizer atau cairan pencuci tangan untuk membersihkan mikroba, bakteri dan virus.

Baca Juga: Breaking News: Gubernur Umumkan 1 Pasien RSUP NTB Positif Covid-19

Menurut peneliti Pohon Aren jebolan Institute Pertanian Bogor (IPB) Jainal Pangaribuan, Tuak bisa dijadikan sebagai cairan membersihkan tangan atau sebagai hand sanitizer. Selain itu, bisa diminum secukupnya untuk membersihkan mikrobra berupa bakteri dan virus yang masuk ke dalam mulut dan tenggorokan, seperti membersihkan virus corona yang sedang mewabah belakangan ini.

Untuk jangka menengah dan panjang, lanjut pria yang juga telah mendapat sertifikasi pembibitan biji aren ini, penanaman pohon aren akan menyelamatkan manusia dan lingkungan dari berbagai bencana alam dan iklim yang menyebabkan berbagai penyakit.

Baca Juga: Agar Terhindar dari Virus Corona. Amalkan Do’a Ini!

Pria asal medan tersebut sudah jauh-jauh hari mengkampanyekan penanaman pohon aren. Menurutnya, jika sudah banyak pohon aren yang ditanami, akan mampu menangkal pemanasan global. Dan juga akan bisa dikembangkan untuk berbagai kebutuhan manusia. Termasuk untuk bioenergi dan biofuel.

Selain aren, dia menyebutkan ada satu lagi jenis pohon yang disebutnya dianugerahkan Tuhan dengan fungsi dan kemanfaatan yang sama, yakni pohon ara yang banyak ditemui di daerah Timur Tengah.

“Akar-akar kedua pohon ini sangat baik untuk menjaga tanah dan menampung air untuk penyuburan tempatnya tumbuh. Tahan berbagai cuaca dan iklim. Tidak milih-milih tanah yang harus datar atau gembur untuk tumbuh,” ungkapnya dikutip dari posmetro-medan.com.

Baca Juga: Nekat “Nyongkolan” di Tengah Wabah Corona, Ancaman Penjara 1 Tahun Menanti

Di Pulau Lombok, terkenal dengan dua jenis tuak yang kerap dikonsumsi yakni Tuak manis atau yang kerap disebut dengan tuak Odaq (muda) dan tuak toaq (tua) dengan rasa agak pahit yang memabukkan jika dikonsumsi terlalu banyak. Sahabat lebih suka yang mana ? (_SFR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here