Mataram – Biaya perawatan pasien corona sampai dinyatakan sembuh ternyata tidaklah murah. Angkanya bahkan setara dengan harga pembelian 1 unit kendaraan roda empat. Untuk perawatan selama 14 hari, seorang pasien bisa membutuhkan dana sejumlah 148 Juta Rupiah. Lantas bagaimana kalau biaya perawatannya lebih dari 14 hari ?
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi NTB dr. Hj. Nurhandini Eka Dewi pada 3 Mei yang lalu.
Bila ditotal sebanyak 268 pasien corona pada tanggal 3 yang lalu, maka membutuhkan anggaran sebanyak 39,6 miliar lebih yang harus digelontorkan oleh Pemprov NTB.
Angka tersebut, menurut dr. Eka berdasarkan asumsi semua pasien dirawat 14 hari dengan standar biaya dari Kementerian Kesehatan sebesar Rp 148 juta. Namun, kenyataan di lapangan ada pasien yang dirawat sampai 35 hari hingga benar-benar dinyatakan sembuh.
Update terbaru pasien positif corona di Provinsi NTB (4/5/2020), terdapat penambahan 7 kasus positif sehingga total keseluruhan sebanyak 275 orang. Itu artinya, kebutuhan anggaran sudah lebih dari 39,6 miliar bahkan cenderung semakin bertambah jika melihat trend penambahan kasus positif corona belakangan ini.
Dana sejumlah 39,6 miliar itu, lanjut dr.Eka belum termasuk biaya pelaksanaan contact tracing kepada orang-orang yang pernah kontak dengan pasien yang telah dinyatakan positif. Akibatnya, banyak anggaran belanja daerah terpakai hanya untuk penanganan covid-19.
Biaya yang mahal disebabkan oleh masa perawatan yang panjang dan mahalnya biaya pemeriksaan penunjang seperti rapid test, hingga pelaksanaan uji swab yang satu pasien bisa dilakukan sebanyak 3 kali hingga benar-benar dinyatakan terbebas dari infeksi virus corona.
Dikutip dari Lombokpost, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dikabarkan telah menyiapkan dana sebanyak 900 miliar hanya untuk penanganan covid-19.
Dengan besarnya biaya perawatan, dr Eka meminta warga agar semakin meningkatkan kesadaran. Karena jika sudah terjangkit, tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga keluarga dan masyarakat sekitar.
Ia mencontohkan, pasien nomor 234, MB, balita tiga bulan dan pasien 235 ZZM, usia enam tahun, asal Ampenan. Kakak beradik itu tertular sang ibu pasien 106 yang juga positif Covid-19. Sang ibu tertular suaminya, pasien 181 yang pernah ke Gowa, Sulawesi Selatan.
Sehingga satu keluarga positif Covid-19 dengan penularan transmisi lokal pertama dari ayah ke ibu dan transmisi lokal kedua dari ibu ke anak-anaknya.
Dengan fakta itu, dr. Eka menyerukan kepada warga agar semakin serius menyikapi situasi saat ini. Ia meminta kepada warga NTB agar tidak menganggap enteng pandemi Covid-19. Ia prihatin, masih banyak warga berkeliaran di jalan tanpa masker hanya untuk hal-hal remeh seperti ngabuburit menjelang waktu berbuka puasa.
Berikut Detail Biaya Perawatan Pasien Korona di NTB Mengacu Pada Standar Perawatan oleh Kementerian Kesehatan RI
PASIEN POSITIF/ODP/PDP TANPA KOMPLIKASI
- ICU dengan ventilator Rp 15,5 juta
- ICU tanpa ventilator Rp 12 juta
- Isolasi tekanan negatif dengan ventilator Rp 12 juta
- Isolasi tekanan negatif tanpa ventilator Rp 10,5 juta
- Isolasi non tekanan negatif dengan ventilator Rp 10,5 juta
- Isolasi non tekanan negatif tanpa ventilator Rp 7,5 juta
PASIEN POSITIF/ODP/PDP DENGAN KOMPLIKASI
- ICU dengan ventilator Rp 16,5 juta
- ICU tanpa ventilator Rp 12,5 juta
- Isolasi tekanan negatif dengan ventilator Rp 14,5 juta
- Isolasi tekanan negatif tanpa ventilator Rp 9,5 juta
- Isolasi non tekanan negatif dengan ventilator Rp 14,5 juta
- Isolasi non tekanan negatif tanpa ventilator Rp 9,5 juta
PEMULASARAAN JENAZAH
- Pemulasaraan jenazah Rp 550.000
- Kantong jenazah Rp 100.000
- Peti jenazah Rp 1,75 juta
- Plastik erat Rp 260.000
- Disinfektan jenazah Rp 100.000
- Transport mobil jenazah Rp 500.000
- Disinfektan mobil jenazah Rp 100.000
(red/LM)