Merugi Karena Pandemi, Garuda Akan Terbitkan Surat Utang Rp 8,5 Triliun

0
Foto : Ilustrasi Pesawat Terbang
Pesawat Milik Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia (Foto: Istimewa)

Lensamandalika.com – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mendapatkan restu pemegang saham untuk menerbitkan surat utang (obligasi) wajib konversi atau mandatory convertible bond (MCB). Persetujuan ini diperoleh perseroan melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS-LB) yang diselenggarakan, Jumat (20/11).

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan setelah memperoleh persetujuan ini, maka perseroan readyviewed akan menerbitkan MCB senilai total Rp8,5 triliun. Tenor dari penerbitan MCB tersebut yakni selama 7 tahun.

“Dengan keputusan hari ini, artinya kami bisa melakukan eksekusi lebih detail dalam eksekusi pencairan MCB, ini yang akan melalui pelaksana investasi Kementerian Keuangan dan PT SMI (Persero),” ujarnya dalam konferensi pers usai RUPS-LB, Jumat (20/11).

Nantinya, lanjut Irfan, obligasi itu akan dikonversi menjadi saham baru setelah jatuh tempo. Proses konversi dilakukan melalui mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

“Kami berharap bisa selesai secepatnya dan kami tentu saja berharap bisa diselesaikan sebelum akhir tahun,” imbuhnya.

Irfan menuturkan tujuan penerbitan MCB adalah mendukung likuiditas dan solvabilitas maskapai pelat merah tersebut. Dana yang terhimpun juga akan digunakan untuk membiayai operasional perseroan.

“Target utamanya MCB adalah kelangsungan perusahaan bisa jalan dengan lancar, tapi beyond itu kami harap dengan MCB ini kami bisa dorong lebih cepat recovery (pemulihan) industri penerbangan yang ujungnya bantu pemulihan ekonomi nasional,” tuturnya.

Bukan rahasia lagi, kinerja perusahaan dengan kode saham GIAA itu terdampak pandemi covid-19. Pada kuartal III 2020 lalu, perseroan mengalami kerugian sebesar US$1,07 miliar atau setara Rp15,21 triliun (kurs Rp14.215 per dolar AS). Angka tersebut berbanding terbalik dengan capaian periode sama tahun sebelumnya yang laba bersih US$122,42 juta.

Secara total pendapatan Garuda Indonesia mencapai US$1,13 miliar per September 2020 atau Rp16,98 triliun, turun dari US$3,54 miliar pada kuartal sama tahun sebelumnya. (red/LM)