Pemuda Tumpak Deklarasi Dukung Masrun-Habib

0

Lensamandalika.com – Pemuda Desa Tumpak Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng), Kamis (19/11) kemarin, bertemu dengan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Loteng nomor urut 3, H. Habib Ziadi.

Dihadapan Habib, mereka curhat terkait kondisi saat ini yang tidak punya lapangan pekerjaan. Mereka mengeluh sebagai tenaga lokal tidak pernah dilibatkan padahal di sekitar desa mereka banyak pembangunan yang terus digenjot oleh pemerintah ataupun swasta.

“Kami sebagai masyarakat ketempatan wilayah pembangunan yang dikerjakan pemerintah ataupun swasta, semestinya para pemuda bisa dilibatkan, setidak-tidaknya sebagai buruh lokal,” kata salah seorang pemuda, Mawardi dihadapan Habib.

Padahal lanjutnya, pemuda di desa tumpak punya potensi dalam hal konstruksi bangunan, kendati tidak terlalu ahli, namun paling tidak bisa sebagai buruh lokal, mengingat mereka para pemuda, banyak yang nganggur dan membutuhkan lapangan pekerjaan.

“Sekedar skil bangunan saya rasa, semua pemuda di desa kami, bisa. Tapi kami tidak pernah dilibatkan atau diberikan kesempatan,” ulangnya.

Selain itu, di bidang pariwisata juga tidak pernah dilibatkan oleh pemerintah, terutama dalam hal pengamanan wisata. Padahal di Desa Tumpak memiliki satu tempat wisata yang tidak pernah sepi dari pengunjung yakni Pantai Mawun.

Seperti yang dikatakan salah seorang pemuda tumpak, Mawardi. Kepada lensamandalika ia mengaku, pemberdayaan pemuda dalam industri pariwisata, itu penting. Apalagi di ditempat kelahiran, memiliki satu icon wisata yakni pantai Mawun.

“Kami di Tumpak punya tempat wisata yang tidak pernah sepi, seperti pantai Mawun, tapi kami malah tidak pernah dilibatkan oleh pemerintah, terutama dalam hal keamanan,” katanya.

Tidak pernah dilibatkan lanjutnya, membuat dirinya bersama komunitas pemuda pecinta wisata Desa Tumpak, merasa bersedih, sebab berada di tanah kelahiran, masih saja tidak dilibatkan.

Padahal, jika para pemuda dilibatkan, sedikit tidak pemerintah bisa terbantu, terutama dalam hal pengamanan di area pantai ataupun diluar.

“Kami tidak butuh lebih dari pemerintah, namun kami ingin dilibatkan di tanah kelahiran sendiri, sehingga kami tidak disebut sebagai penonton,” paparnya

Diakuinya, masalah keamanan sampai saat ini masih jadi buah bibir, sehingga hal ini juga mengusik kenyamanan dirinya. Artinya ketika tempat kelahiran disebut kurang aman atau pernah terjadi hal hal yang tak diinginkan, pihaknya merasa sangat bersalah.

Oleh karena itu, jika nantinya Masrun Habib terpilih sebagai Bupati dan wakil Bupati Loteng, pihaknya berharap, keberadaan pemuda secara umum, bisa dilibatkan, lebihnya lagi Loteng saat ini sedang jadi idolanya para tamu manca negara, sehingga peran serta pemuda sangat diharapkan.

“Kita hanya ingin menjaga nama baik kelahiran sendiri, dan kami bersama pemuda Pecinta pariwisata berharap, jika nantinya Masrun Habib terpilih, keberadaan pemuda harus dilibatkan, dan kami yakin beliau berdua ini orangnya amanah dan peduli terhadap kebutuhan pemuda,” harapnya.

Sementara itu, calon wakil Bupati Loteng Habib Ziadi mengaku peran pemuda dalam segala hal itu penting, sehingga keberadaan pemuda jangan sekali kali untuk disepelekan, pemuda harus diberdayakan.

“Keberadaan pemuda harus diperhatikan, sebab mereka itu aset yang harus dijaga dan di rawat. Jika kita bisa rangkul, insyaallah semua apa yang menjadi harapan bersama tercapai,” katanya.

Jika nanti, dirinya bersama H. Masrun terpilih, keberadaan dan pelibatan pemuda dalam segala hal, harus diperhatikan. Lebihnya lagi saat ini, icon Loteng adalah pariwisata, keamanan tentunya menjadi prioritas utama, oleh karena itu peran pemuda khususnya di wilayah pariwisata, harus dilibatkan.

“Jika selama ini pemuda tidak dilibatkan, utamanya masalah keamanan, saya rasa kita salah. Sebab pemuda khususnya di wilayah yang ketempatan ada wisata seperti di Pantai Mawun ini, pemberdayaan pemuda setempat sangat penting dan itu bisa memberikan kenyamanan kepada para pengunjung. Jika nanti dirinya bersama H. Masrun terpilih, pastinya semua pemuda kita rangkul,” tutupnya. (Red)