Lensamandalika – Sepanjang hampir 3000 meter kabel lampu penerangan jalan umum (PJU) di jalan bypass Mandalika dicuri. Pencurian diduga dilakukan, Kamis (2/3/2023) tengah malam. Petugas pemeliharaan baru mengetahui pencurian tersebut pagi harinya.
Pencurian kabel tersebut menjadi sangat krusial lantaran mulai hari ini, Jumat (3/3/2023) gelaran World Superbike dimulai di Sirkuit Mandalika hingga Ahad (5/3/2023) mendatang.
“Jadinya semuanya itu mati. Kabelnya dicuri, dipotong-potong itu. Kalau untuk WSBK tidak bisa, karena ini kabel tanam hampir 3 kilometer, pengerjaannya butuh waktu panjang,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Tengah (Loteng), Supardan, Kamis (2/3/2023) mengutip insidelombok.
Perbaikan saat ini menjadi tidak mudah lantaran kabel yang dicuri merupakan kabel tanam. Efeknya, lampu PJU akan gelap gulita sepanjang gelaran WSBK.
“Kabel besar ada yang dipotong sekitar 100 meter hingga 300 meter per titik, perkirakan kerugian mencapai miliaran rupiah,” imbuhnya.
Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya telah melaporkan perihal pencurian kabel PJU kepada pemerintah pusat. Termasuk mengirim data-data dan lokasi mana saja kabel PJUnya dicuri.
“Ini masih asetnya Kementerian Perhubungan. Pemda Loteng hanya membayar listriknya,” katanya.
Mengomentari aksi pencurian kabel PJU tersebut, Ketua Blok Pujut, Rata Wijaya mengatakan kepada Lensa Mandalika, Jumat (3/3/2023), pencurian kabel tersebut tidak berpengaruh lantaran sebelum WSBK lampu PJU bypass Mandalika juga gelap gulita.
Dirinya mengaku tahu betul kondisi PJU yang lebih sering mati. Janggalnya, kadang puluhan lampu menyala di siang hari dan mati di malam hari.
“Saya hampir setiap malam lewat sini (Bypass Mandalika). Pernah sepanjang jalan gelap gulita, sering kami suarakan agar PJU ini diperiksa berkala. Nyatanya baru di cek setelah dekat WSBK, kemarin-kemarin instansi terkait kemana aja,” ketusnya.
Dikatakannya, kabel-kabel tersebut tidak akan dicuri jika setiap malam lampu PJU menyala terang. Selain karena ada arus listrik yang mengalir, warga setempat juga bisa melihat pergerakan yang mencurigakan.
“Mungkin dianggap nggak dipakai lagi sama malingnya, makanya digondol,” kelakarnya.
Selain mengeluhkan soal PJU, Rate menilai kountur jalan Bypass Mandalika banyak yang bergelombang sehingga berpengaruh pada kenyamanan para pengguna jalan.
“Beberapa waktu belakangan ini sering terjadi kecelakaan, bahkan ada yang meninggal dunia. Pernah saya temukan ada ibu-ibu penjual sayur, jatuh di sekitaran Desa Pengengat karena jalan bergelombang yang cukup fatal,” jelasnya
Pihaknya berharap agar instansi terkait selaku pengelola lebih serius mengurus fasilitas publik yang ada, termasuk jalan bypass Mandalika dan infrastruktur pendukungnya.
“Ini destinasi super pririoritas kelas dunia, tapi fasilitas penunjangnya dipelihara setengah hati. Ujung-ujungnya malah masyarakat yang salah,” pungkasnya. (red/lm)
Keterangan foto: Kondisi Penerangan Jalan Umum di Bypass BIL-Mandalika sebelum terjadi pencurian kabel, lampu mati pada beberapa titik (Foto: dok. Lensa Mandalika)