Lensamandalika.com – Bonus untuk atlet Lombok Tengah peraih medali pada ajang Pekan Olahraga Provinsi akhirnya menemui titik terang.
Hal tersebut setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah mengalokasikan dana Rp2,4 miliar untuk bonus para atlet. Tidak hanya peraih medali emas, atlet yang meraih medali perak dan perunggu juga akan diganjar sejumlah bonus.
“Bonus ini kita berikan di anggaran APBD Perubahan 2023,” kata Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri saat acara malam apresiasi yang berlangsung di Ballroom Kantor Bupati Lombok Tengah, Kamis (2/3/2023) malam.
Disampaikan H Pathul Bahri, bonus untuk para atlet peraih medali sesuai dengan kondisi keuangan daerah, yakni medali emas mendapatkan Rp20 juta, medali perak Rp10 juta, medali perunggu Rp5 juta. Selain itu, pelatih juga akan diganjar bonus sebesar Rp5 juta.
Jika dibandingkan dengan bonus atlet peraih medali pada porprov 2018 lalu, anggaran yang dialokasikan pemerintah kabupaten Lombok Tengah juga meningkat. Jika pada tahun 2018 dianggarkan 1,7 Miliar rupiah, tahun ini ada peningkatan sebesar 700 juta sehingga menjadi 2,4 Miliar.
Peningkatan tersebut tentu wajar mengingat kontingen Lombok Tengah pada porprov 2023 mendapat raihan medali lebih tinggi yakni sebanyak 168 dengan rincian 40 Emas, 50 Perak, dan 78 perunggu.
Peringkat akhir kontingen Lombok Tengah juga meningkat pada porprov kali ini. Pada porprov 2018 hanya finish di posisi 6, tahun ini finish pada posisi 4.
Namun begitu, besaran bonus bagi para peraih medali pada porprov tahun ini lebih rendah jika dibandingkan dengan 2018 yang masing-masing peraih medali emas mendapatkan 25 Juta, peraih medali perak 15 juta, dan peraih medali perunggu sebesar 10 juta rupiah.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lombok Tengah, M Samsul Qomar menyayangkan bonus para atlet peraih medali porprov 2023 lebih sedikit dibandingkan 2018.
“Mestinya ga turun, kan lucu kalau turun,” ungkap MSQ, sapaan akrabnya ketika dikonfirmasi Lensa Mandalika, Jumat (3/3/2023).
Perihal kapan bonus tersebut akan dicairkan, pihaknya juga tidak tahu menahu lantaran tidak pernah diajak koordinasi oleh dinas terkait dibawah Pemkab Lombok Tengah.
“Kami tidak tahu menahu soal bonus atlet karena tidak pernah diajak obrolkan ini oleh dinas terkait, berapa bonusnya dan kapan di berikan kami tidak tahu pastinya, semua dinas yangkerjakan,” jelasnya.
Hal lainnya seperti pengadaan seragam Porprov sampai biaya hotel hingga iuran dan lainnya, diakuinya dikerjakan oleh dinas.
“Dinas semua yang bayarkan, ada di akun Dispora semua, tidak ada di koni. Kami hanya selesaikan proses administrasi , keabsahan dan pendampingan official dan CDM dengan biaya pribadi dulu,” bebernya.
Kedepan, dirinya meminta agar pemkab bisa fokus pada pembinaan atlet secara berkala, tidak boleh musiman hanya ketika dekat kejuaraan saja.
“Coba contoh Taekwondo yang konsisten latihan, hasilnya bagus walaupun masih minim perhatian.
Untuk saat ini, dikatakannya KONI Lombok Tengah akan fokus pada verifikasi cabang olahraga unggulan, andalan dan harapan. Dijelaskannya, terdapat 14 cabor unggulan yang memperoleh medali emas.
“Sekitar 6 yang perak dan perunggu sebagai andalan serta cabor harapan yg sama sekali tidak menyumbangkan medali. Kita kategorikan menjadi 3 dan pembinaan akan di sesuaikan,” pungkasnya. (red/lm)
Keterangan foto: Ketua Koni Lombok Tengah, M Samsul Qomar berfoto dengan atlet dari Cabor Renang pada Porprov NTB 2023 (Foto: dok.instagram/Koniloteng)