Lensamandalika.com – Warga bersama para pelaku usaha akomodasi di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Tunak bergotong royong memperbaiki jalan amblas di pinggir Pantai Bumbang, Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (28/2/2026).

Perbaikan dilakukan secara swadaya setelah akses vital tersebut terputus akibat amblas sejak beberapa hari terakhir. Kerusakan jalan dilaporkan terjadi pada Selasa (24/2/2026) menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.

Tingginya debit air menyebabkan aliran meluap dan menggerus tanah penyangga serta pelat beton jembatan, hingga akhirnya badan jalan ambles dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Akibat kondisi tersebut, aktivitas dan mata pencaharian warga terganggu serta akses menuju sejumlah penginapan dan fasilitas wisata di kawasan konservasi itu terputus.

Sejumlah tamu hotel bahkan dilaporkan tidak dapat mencapai lokasi akomodasi karena jalur utama tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Melihat kondisi yang tak kunjung tertangani, warga bersama pengelola hotel dan usaha pariwisata setempat berinisiatif melakukan perbaikan secara mandiri.

Mereka mengumpulkan dana secara patungan dan menyewa alat berat untuk mempercepat penanganan jalan yang rusak.

Langkah swadaya ini diambil setelah muncul ketidakjelasan penanganan dari pihak berwenang.

Warga menilai belum ada tindakan konkret di lapangan, sementara kebutuhan akses jalan sangat mendesak, baik untuk aktivitas masyarakat maupun operasional sektor pariwisata.

Pengelola Tunak Cottage and Restaurant, Rata Wijaya, mengatakan kerusakan jalan tersebut berdampak langsung terhadap operasional usaha dan kenyamanan tamu.

“Sejak jalan amblas, tamu kami kesulitan mencapai lokasi. Bahkan ada yang terpaksa membatalkan kunjungan karena tidak bisa melintas.

Kondisi ini tentu merugikan kami dan juga mencoreng citra kawasan wisata yang selama ini dikenal indah dan alami,” ujarnya.

Dia menjelaskan, keputusan memperbaiki jalan secara swadaya merupakan bentuk kepedulian bersama agar akses segera pulih dan aktivitas masyarakat serta pariwisata tidak lumpuh terlalu lama.

“Kami sudah sampaikan ke pihak terkait, tapi saling lempar. Ke pemda katanya jalan provinsi, ke pemprov katanya jalan kabupaten. Daripada bingung ya kami kerjakan sendiri,” terangnya.

Tidak berhenti sampai perbaikan jalan amblas, Rabu (4/3/26) warga kembali secara swadaya melakukan pengerukan saluran drainase sepanjang jalan raya Bumbang demi mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir di lain waktu.

“Ini bentuk tanggung jawab bersama menjaga kawasan ini. Kami sudah kerap suarakan agar ada perbaikan drainase namun nihil respon. Tidak ada salahnya kita berinisiatif lakukan perbaikan sendiri, menunggu itu tidak pernah menyenangkan,” kelakar Rata.

Dia berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi dapat segera mengambil langkah permanen untuk memperbaiki infrastruktur tersebut agar kejadian serupa tidak terulang di lain waktu.

“Kami berharap ada penanganan permanen dari pemerintah. Kawasan Gunung Tunak ini merupakan salah satu destinasi unggulan, sehingga akses jalannya harus benar-benar diperhatikan demi keselamatan dan keberlanjutan pariwisata,” pungkasnya. (red/lm)