Lensamandalika.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Lombok Tengah mengklaim telah merampungkan sekitar 90 persen struktur kepengurusan di tingkat kabupaten.

Capaian tersebut telah dilaporkan kepada Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep, sebagai bagian dari kesiapan menghadapi agenda konsolidasi partai menuju Pemilu 2029.

Selain itu, DPD PSI Lombok Tengah juga menyatakan siap menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dalam waktu dekat sebagai langkah memperkuat organisasi dan menyusun program kerja ke depan.

Ketua PSI Lombok Tengah, Sri Anom Putra Sanjaya, mengatakan bahwa hampir rampungnya struktur kepengurusan menjadi modal penting untuk memperkuat jaringan partai hingga ke tingkat kecamatan dan desa.

“PSI Lombok Tengah sudah 90 persen merampungkan struktur kepengurusan. Kami juga siap melaksanakan Rakerda dalam waktu dekat,” ujar pengacara muda itu melalui keterangan tertulis, Senin (25/3/26).

Ia menegaskan, Rakerda tersebut akan menjadi momentum penting bagi konsolidasi internal partai.

“Ini bagian dari langkah konsolidasi dan penguatan gerakan partai ke depan,” tambahnya.

Menurut Anom, komposisi kepengurusan PSI Lombok Tengah diisi oleh berbagai tokoh yang memiliki pengalaman di bidang politik, sosial, maupun organisasi kemasyarakatan. Hal tersebut diyakininya dapat memperkuat posisi PSI dalam menghadapi kontestasi Pemilu 2029.

Sejumlah nama yang masuk dalam struktur kepengurusan di antaranya Dr Ahmad Mustanir, MH, yang dipercaya sebagai pembina. Ahmad Mustanir diketahui merupakan Sekretaris Jenderal DPP Pemuda Nahdlatul Wathan (NW) yang memiliki pengaruh di Nusa Tenggara Barat.

“Ia juga dikenal memiliki peran aktif dalam dunia pendidikan dan pembinaan generasi muda di Lombok Tengah, ” terang Anom.

Di posisi sekretaris, PSI Lombok Tengah menunjuk Muhammad Istakim Mawali yang dikenal aktir pada kegiatan sosial dan organisasi kemasyarakatan serta menjabat sebagai Ketua Forum Badan Keamanan Desa Lombok Tengah yang memiliki ribuan anggota. Selain itu, ia juga aktif sebagai pembina organisasi Perisai BPJS Ketenagakerjaan, juga dengan ribuan anggota.

Sementara itu, posisi Ketua bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) diisi oleh Rusman, yang memiliki pengalaman sebagai kepala desa selama tiga periode di tiga desa berbeda serta pernah menjadi anggota DPRD Lombok Tengah dari Partai Gerindra.

“Untuk Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu), PSI menunjuk Haji Hijim Pratama, S.Ip yang dinilai berpengalaman di bidang politik dan organisasi,” bebernya.

Keterwakilan perempuan juga menjadi perhatian dalam struktur kepengurusan. Posisi strategis di Badan Saksi dipercayakan pada Juanda Prama Dani, tokoh perempuan berprestasi yang menjadi runner-up dalam pemilihan legislatif melalui PKB, peraih penghargaan Pemuda Pelopor tingkat nasional, serta aktif di berbagai organisasi kepemudaan dan pendidikan.

Selain itu, struktur kepengurusan juga diperkuat oleh sejumlah tokoh lain, seperti Haji Jidan (Ketua Umum Gagak Hitam NTB), Haji Lalu Ranggalawe, pengacara Hamdi SH MH, pengusaha Amrin, serta beberapa mantan anggota DPRD dan mantan kepala desa di Lombok Tengah.

Dengan struktur yang semakin solid dan dukungan dari DPP PSI, tegas Anom, pihaknya optimistis mampu bersaing dengan partai-partai besar pada Pemilu 2029.

“Dengan struktur yang kuat dan dukungan DPP PSI, kami optimistis bisa bersaing dengan partai-partai besar,” katanya.

Ia juga menyoroti tingginya minat generasi muda untuk bergabung dengan PSI.

“Antusiasme pemuda Lombok Tengah sangat tinggi. Banyak yang sudah menghubungi kami,” ujar Anom.

“Mereka siap bergerak di kecamatan dan desa masing-masing,” lanjutnya.

Rakerda yang akan digelar dalam waktu dekat akan difokuskan pada penyusunan strategi pemenangan serta penguatan konsolidasi hingga tingkat desa.

Dengan kesiapan struktur organisasi, dukungan tokoh lokal, serta tingginya partisipasi pemuda, PSI Lombok Tengah menargetkan diri menjadi kekuatan politik baru yang diperhitungkan di Nusa Tenggara Barat pada Pemilu 2029.

(Red/LM).