Bupati Lombok Tengah (Loteng) akhirnya mengeluarkan Instruksi resmi terkait penundaan Pemilihan Kepala Desa Serentak yang sejatinya akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.
Instruksi tersebut dikeluarkan melalui Keputusan Bupati Lombok Tengah Nomor 196 Tahun 2020 tentang Penundaan Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa Serentak di Kabupaten Lombok Tengah tahun 2020.
Keputusan Bupati Lombok Tengah tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Kementerian dalam Negeri melalui surat Menteri dalam Negeri (Mendagri) dengan Nomor 141/2577/SJ terkait penundaan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Seluruh Indonesia.
Keputusan Penundaan Pilkades serentak ini didasarkan pada ditetapkannya status siaga darut bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Lombok Tengah.
Keputusan yang berlaku mulai senin (30/3/2020) ini menekankan penundaan tahapan Pilkades dari Pembentukan KPPS, Kampanye, Pengadaan dan Pendistribusian Perlengkapan Pemungutan Suara, termasuk pemungutan dan penghitungan suara hingga penetapan calon terpilih.
Dengan ditundanya tahapan-tahapan diatas, secara otomatis juga menunda pelantikan dan pengambilan sumpah Kepala Desa terpilih.
Adapun penundaan tersebut tidak membatalkan proses yang sudah berjalan sebelumnya seperti penetapan calon tetap dan pengambilan nomor urut.
Keputusan penundaan pelaksanaan Pilkades serentak ini akan berlaku beberapa bulan kedepan sampai dicabutnya penetapan status siaga darurat bencana non alam Covid-19 di Lombok Tengah. (red/_RAW)
- Kawasan Makin Megah, Masyarakat Lokal Merasa Kian Berjarak dengan ITDC-MGPA
- Irjen KP2MI Monev Pelatihan Plantation Worker SMKPPN Mataram, Pastikan Peserta Siap Bersaing di Dunia Kerja
- Kepuasan Masyarakat Naik, Puskesmas Kuta Perkuat Pelayanan dan Deteksi Dini Penyakit
- Kebakaran Dusun Sade, Momentum Merumuskan Ulang Ketangguhan Pariwisata Budaya NTB
- SWIM Tuding Pemda Tak Becus urus Pariwisata: Mandalika Semrawut, parkir liar-pungli merajalela