Mataram – Menyusul ditetapkannya dua orang warga positif corona, Kota Mataram kini masuk zona merah. Satu Pasien adalah warga Kota Mataram asal Rembiga, dan satunya lagi warga Provinsi Bali yang tengah berkunjung di Mataram.
Berdasarkan keterangan pers yang disampaikan oleh Gubernur NTB, DR. Zulkieflimansyah kemarin (30/3/2020), dua orang tersebut adalah LJ berusia 44 tahun berjenis kelamin laki-laki asal Kelurahan Rembiga Kota Mataram, dan YT berusia 46 tahun berjenis kelamin laki, warga provinsi Bali yang kebetulan sedang bertamu di Kota Mataram.
Kedua orang tersebut saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak 22 dan 23 Maret 2020.
Berdasarkan riwayat perjalanannya, LJ (44 tahun) asal kota mataram bertolak ke Makassar untuk mengikuti ijtimak Jamaah Tabligh (JT) Dunia di Gowa pada tanggal 18 Maret 2020 yang lalu.
Pada tanggal 22 Maret 2020, LJ pulang dengan penerbangan Makasar – NTB (Lombok). Sesampainya di Bandara Internasional Lombok (BIL) petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) melakukan pengukuran suhu tubuh seluruh penumpah dengan menggunakan thermo Gun dan saat itu yg bersangkutan terdeteksi suhu tubuh 38,5 ‘C dan langsung dibawah oleh petugas kesehatan ke RSUP NTB untuk di isolasi.
Sementara itu, YC (46 tahun) warga provinsi bali diketahui adalah seorang pendeta dari Gereja GPIB yang bertugas sebagai Musyawarah Pelayanan (Mupel) Wilayah Bali – NTB dan memang sering melakukan kunjungan ke NTB khususnya di Kota Mataram.
Tanggal 15 Maret 2020, YT sempat memimpin ibadah di gereja GPIB Jl. Wr Supratman yg diikuti oleh sekitar 50 jemaah. Namun dalam dalam giat ibadah tersebut tidak ada acara jabat tangan dengan antar Jemaah.
Diduga sempat merasakan gejala kurang sehat, Pada tanggal 18 Maret 2020 yang bersangkutan sempat memeriksakan dirinya ke dokter praktek THT di Kota Mataram.
Dilihat dari riwayat perjalanannya, kedua PDP ini tertular di luar NTB lantaran pernah melakukan perjalanan ke luar daerah.
Untuk menghindari penularan lebih lanjut, petugas kesehatan melakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang bersangkutan.
Pemprov NTB menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang, menjauhi keramaian dan menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat dan mengurangi aktifitas diluar rumah.
(red/_dwr)
- Anom Lapor Kaesang Kepengurusan PSI Loteng Hampir Rampung: Siap Gelar Rakerda-Gaspol Pemilu 2029
- Big Match 16 Besar Liga Champion, Tonton Live Streaming Disini sambil Sahur nanti
- Breaking News! dr. Jack dikabarkan meninggal dunia di Jakarta
- Dampingi Sidang Radiet yang dituduh Bunuh Pacarnya, Hotman Paris Terjunkan 10 Pengacara
- Dapat Restu Jokowi, Anom Mantap Nahkodai PSI Lombok Tengah