Internasional, Lensamandalika.com – Tanggal 3 November 2020 akan menjadi momen penting bagi seluruh masyarakat Amerika Serikat di seluruh dunia. 7 bulan lagi dari sekarang, Amerika Serikat (AS) akan melaksanakan pesta demokrasi empat tahunan yakni Pemilu AS 2020.
Masyarakat di berbagai belahan dunia menanti pertarungan dua kandidat Pilpres AS. Mereka adalah Donald Trump –petahana dan Joe Biden sang mantan wapres AS.
Donald Trump cukup percaya diri untuk kembali maju. Dia mantap kembali mencalonkan diri di Pemilu AS 2020, setelah memenangkan pemilihan primer Partai Republik di Florida dan Illinois.

Trump memang tak perlu menang di semua wilayah. Unggul di dua wilayah itu saja sudah cukup dan menjadi tiket bagi Trump maju jadi kandidat capres.
Di pemilu kali ini, pria berusia 73 tahun itu akan kembali bertarung mempertahankan posisinya di gedung putih dan jadi orang nomor satu di AS.
“Selamat untuk Donald Trump yang resmi menjadi calon presiden Partai Republik,” sebut Ketua Umum Partai Republik Ronna McDaniel, seperti dikutip dari AFP.
Di kubu Partai Demokrat, ada nama Joe Biden. Sosok penantang yang sudah malang melintang di dunia perpolitikan AS ini, pernah menjadi wakil presiden di masa pemerintahan Barack Obama.

Biden mengantongi suara dari 10 negara bagian dari pemilihan capres Demokrat pada Selasa (3/3) atau yang dikenal dengan Super Tuesday. Suara Biden mengungguli kandidat lain yakni eks Gubernur New York yang juga konglomerat media Michael Bloomberg dan Bernie Sanders.
Karier politik Biden, Pria berusia 77 tahun ini menjadi senator terlama dari wilayah Delaware, AS. Semasa karier politiknya menjadi senator, Biden menjadi salah satu politikus yang pernah menentang perang teluk pada tahun 1991.
Biden menjalani dua periode jabatan sebagai wakil presiden ke-47 Amerika Serikat di era pemerintahan Barack Obama. Selama jadi wapres, Biden membantu Obama merumuskan kebijakan penarikan pasukan AS dari Irak pada tahun 2011.
Pada tahun 2017, di akhir masa pemerintahannya, Barack Obama memberi Biden ‘Presidential Medal of Freedom’.
Salah satu janjinya jika terpilih menjadi presiden nanti ialah, ia akan menunjuk wanita sebagai wakil presidennya.
“Bila saya terpilih jadi presiden, kabinet dan pemerintahan saya, akan seperti negara ini, dan saya berkomitmen untuk memilih perempuan menjadi wapres,” kata Biden, seperti dikutip dari AFP.
(Red/Lensamandalika)
Baca Juga Artikel Lainnya :
- Anom Lapor Kaesang Kepengurusan PSI Loteng Hampir Rampung: Siap Gelar Rakerda-Gaspol Pemilu 2029
- Big Match 16 Besar Liga Champion, Tonton Live Streaming Disini sambil Sahur nanti
- Breaking News! dr. Jack dikabarkan meninggal dunia di Jakarta
- Dampingi Sidang Radiet yang dituduh Bunuh Pacarnya, Hotman Paris Terjunkan 10 Pengacara
- Dapat Restu Jokowi, Anom Mantap Nahkodai PSI Lombok Tengah