Tokoh Sentral Ponpes Muhajirin Dukung MANTHAB

0

Lombok Tengah – Teka-teki sikap politik Darul Muhajirin Praya akhirnya terjawab. Dua tokoh Muhajirin Praya, TGH Usman Najamuddin dan TGH Syamsul Rizal Najamuddin kompak memamerkan tiga jari sebagai wujud dukungan pada paslon Masrun-Habib atau lebih dikenal pasangan MANTHAB.

Sikap politik dua tokoh ini sekaligus menjadi jawaban bagi jamaah Muhajirin yang tersebar di sejumlah kecamatan di Lombok Tengah dalam menentukan arah dukungan pada Pilkada 9 Desember mendatang.

Tidak hanya salam tiga jari, TGH Samsul Rizal Najamuddin dan TGH Usman Najamuddin memberikan pesan khusus pada H Masrun selaku calon bupati Lombok Tengah. “Pemimpin itu harus amanah dan merakyat. Tidak membeda-bedakan masyakat dalam pelayanan,” pesan TGH Samsul Rizal Najamuddin pada H Masrun dalam acara silaturahmi khusus di komplek Ponpes Darul Muhajirin Praya, Sabtu siang.

Selain itu, TGH Samsul Rizal berpesan kepada seluruh masyarakat Lombok Tengah agar menjadikan moment pilkada untuk mencari pemimpin terbaik bagi Lombok Tengah. Menurutnya, perbedaaan pilihan dalam politik merupakan hal yang biasa. Jangan sampai masyarakat terkotak-kotak karena pilihan yang berbeda.

“Seperti musik. Ada yang suka pop, rock, dangdut dan jazz. Yang suka dangdut jangan dipaksakan dengar jazz. Biarkan masing2 memutar dan menikmati musik yang digemari. Supaya tidak ada perselisihan,” paparnya.

Sementara, TGH Usman berharap pasangan Masrun-Habib bisa menjadi pemimpin yang mendatangkan kemaslahatan bagi seluruh masyarakat Lombok Tengah.

Menyikapi dukungan dua tokoh Muhajirin, H Masrun menyampaikan terimakasih mendalam atas kepercayaan yang diberikan keduanya. Dukungan TGH Usman Najamuddin dan TGH Samsul Rizal Najamuddin menjadi energi dan penyamangat yang luar biasa bagi keluarga besar Manthab.

“Hubungan emosional saya secara oribadi dengan Muhajirin sangat panjang dan baik,” tegasnya.

Di bagian akhir penjelasannya, H Masrun berharap semua simpatisan dan relawan pasangan Masrun-Habib terus bergerak. Ia juga mengingatkan semua tim untuk tetap mengedepankan praktek politik santun. Baik dalam berbicara, bersikap maupun menulis di media sosial. (red/LM)