Lensamandalika.com – Kesuksesan Indonesia, khususnya NTB dalam menggelar ajang balap World Superbike (WSBK) dan Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) di Pertamina Mandalika International Street Circuit terbukti mampu mengangkat nama Indonesia di mata dunia internasional.

Setelah dipastikan Tahun 2022 nanti akan digelar kembali WSBK dan IATC, NTB juga akan menyelenggarakan balap motor kasta tertinggi yang lebih prestisius yakni MotoGP dan balap Motor Cross dunia, MXGP.

Pihak Formula One juga turut mengapresiasi keberhasilan event WSBK dan berharap MotoGP yang akan diselenggarakan pada 18-20 Maret 2022 sukses sehingga bisa menjadi rekomendasi pelaksanaan balapan Jet Darat F1 yang tengah diperjuangkan pelaksanaannya di venue yang sama yakni Pertamina Mandalika International Street Circuit.

“Kesuksesan gelaran WSBK Mandalika November lalu menunjukkan kesiapan daerah NTB menjadi tuan rumah untuk event-event bertaraf internasional. Hal ini juga menjadi portofolio bagi NTB yang mengangkat citra daerah dan Indonesia pada kancah dunia” jelas Kadis PUPR Provinsi NTB, Ir. Ridwansyah mewakili Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyahmenghadiri undangan Stefano Domenicali, President and CEO of Formula 1 di Sirkuit Yas Marina Abu Dhabi, Jumat (10/12).

Menurut mantan Kepala Bappeda Provinsi NTB itu, keberhasilan penyelenggaraan MotoGP 2022 nanti adalah tantangan dan sekaligus membuka peluang bagi NTB menjadi tuan rumah penyelenggaraan F1 mengingat sirkuit sepanjang 4,3 km ini telah memiliki sejumlah fasilitas yang sangat memadai untuk menjadi tuan rumah kompetisi balap mobil bergengsi tersebut.

“Beberapa syarat penting yang harus disiapkan antara lain akomodasi dengan jumlah kamar hotel berbintang minimal 3.000 kamar, saat ini sudah terbangun 3 hotel dan vila eksklusif (800 kamar) di sekitar Mandalika. Selain itu dibutuhkan infrastruktur transportasi yang memadai seperti jalan dan fasilitas keselamatannya, landacape serta dukungan logistik,” ujar Ridwansyah yang dalam kesempatan tersebut membersamai Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer.

Selain itu menurut Dae Iwan sapaan akrbanya, ada beberapa persyaratan teknis lain seperti automatic signaling system untuk Marshall, penambahan 26.000 ban bekas (dari Kementrian industri) dari yang tersedia saat ini sekitar 14.000, dan pelebaran pit garage dengan penggabungan garasi yang ada sekarang dan beberapa peningkatan lain di fasilitas pendukung sirkuit.

“Mereka sangat antusias , namun kepastian kapan digelarnya balapan tergantung pada hasil evaluasi kelayakan oleh tim F1. Akan ada First Evaluation, kemudian direspon dengan proposal resmi dari penyelenggara (MGPA dan ITDC), dilanjutkan negosiasi dan kesepakatan akhir,” jelas Ridwansyah.

Berdasarkan pengalaman ITDC saat membawa MotoGP dan WSBK kata Ridwansyah, butuh waktu sekitar 2 tahun. Sehingga prediksi waktu yang ideal untuk Sirkuit Mandalika menjadi tuan rumah F1 adalah awal 2024.

“Karena skala F1 yang jauh lebih rumit daripada MotoGP, apalagi WSBK, pihak ITDC perlu mendapatkan arahan dan persetujuan dari Presiden agar Negara bisa mendukung penuh,” terangnya.

Ridwansyah mengaku optimis dengan ikhtiar yang dipimpin oleh Gubernur NTB. Dalam waktu dekat diharapkan Gubernur NTB akan mendampingi Presiden Joko Widodo untuk bertemu Chairman Formula One dalam rangka memperkuat dukungan untuk penyenggaraan Formula One di Mandalika.

“Idealnya, undangan Site Visit pertama kepada F1 bisa setelah MotoGP, dimana infrastruktur menuju kawasan dan fasilitas pendukung di dalam sirkuit sudah disiapkan dengan baik” ungkap Ridwansyah memungkasi keterangannya. (red/lm)