Lombok Tengah – Pihak Illira Lite Hotel akhirnya memberikan klarifikasi terkait meninggalnya Warga Negara Asing (WNA) berkebangsaan India bernama Anil Kumarpanda pada tanggal 3 Mei 2020 lalu.

Sebelumnya melalui sambungan whatsapp, Pihak Illira Lite Hotel menurutkan bahwa WNA Asal India tersebut menginap di DMAX Hotel, namun karena hotel tersebut dikosongkan untuk karantina karywa PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), WNA tersebut akhirnya pindah ke Hotel Illira.

Klarifikasi lanjutan disampaikan oleh Illira Lite Hotel yang beralamat di Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah melalui surat bertanggal 4 Mei 2020 dengan Nomor 001/HM-III/ILP/2020 yang ditujukan kepada Polres dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah.

Pada surat tersebut, Hotel Managar Illira Lite Praya Anang Kasino menceritakan kronologi sebelum meninggalnya WNA tersebut yakni pada 3 Mei 2020 Pukul 15.00 salah satu staff engineering Hotel Illira bernama Nanda melewati depan kamar nomor 117 yang ditempati oleh Mr. Panda untuk keliling melakukan pengecekan dan menemukan pintau kamar tersebut dalam keadaan terbuka.

Karyawan tersebut sempat melihat Mr.Panda sedang memegang handphone melakukan video call dengan suara nafas yang besar dan berat. Pada saat pergantian shift di sore harinya, Nanda menceritakan hal tersebut kepada karyawan lain bernama angga yang menggantikannya untuk shift sore.

Sekitar Pukul 16.10, Angga juga kembali melakukan pengecekan area dan menemukan pintu kamar 117 masih terbukan dan Mr.Panda masih dalam keadaan yang sama seperti ketika ditemukan oleh Nanda.

“Kami berprasangka bahwa Mr. Panda dalam keadaan mabuk berat karena menurut penuturan karyawan Housekeeping yang rutin membersihkan kamar 117 banyak menemukan kardus berisi Minuman beralkohol,” tutur Anang Kasino.

Pukul 18.40, lanjut Anang, karyawan yang bertugas di Front Office memanggil Staff engineering Angga melalui Handy Talky (HT) untuk memberitahukan kepada Mr.Panda bahwa ada telepon dari keluarganya di India. Angga kemudian pergi menuju kamar 117 bersama staff Kitchen dan menemukan pintu kamar masih terbuka.

“Angga sempat mengetuk pintu kamar dan memanggil nama Mr.Panda tetapi tidak ada respon sama sekali sehingga memutuskan untuk kembali ke meja front office sekaligus meminta agar segera menghubungi rekan kerja Mr.Panda di Mandalika Urban Tourism and Infrastructure Project (Mutip) terkait kejadian tersebut,” lanjut Anang.

Setelah dihubungi, rekan kerja Mr.Panda sebanyak 5 orang datang ke Hotel untuk kemudian mempersiapkan evakuasi ke RSUD Praya agar mendapatkan perawatan lebih lanjut. Evakuasi tersebut juga di dampingi oleh aparat kepolisian dari Polres Lombok Tengah.

“Sekitar Pukul 00.15, rekan kerja Mr. Panda atas nama Pak Anto mengabarkan bahwa Mr.Panda telah divonis meninggal dunia oleh tim medis RSUD Praya dengan dugaan asam lambung karena terlalu banyak mengonsumsi alkohol sehingga menyebabkan serangan jantung,” Ujar anang melanjutkan penuturannya.

Berikut kronologi pelayanan pihak Illira Lite Hotel kepada tamu WNA Asal India yang dalam penuturan HM Illira Hotel disebut sebagai Mr.Panda.

  1. Tanggal 1 Mei 2020, Karyawan Illira Lite Hotel mengucapkan selamat ulang tahun dan mengantarkan kue ke kamar 117 tempat Mr.panda menginap
  2. Tanggal 2 Mei 2020, Mr. Panda sedang berjemur dalam keadaan mabuk, pihak hotel sempat menyapanya untuk berkomunikasi
  3. Tanggal 3 Mei 2020 Pukul 18.40, karyawan Illira Hotel datang ke kamar 117 untuk memastikan tamu dalam keadaan baik dan akan segera dievakuasi untuk penanganan medis di RSUD Praya. Sebelumnya, Karyawan Illira Hotel di siang hingga sore hari sempat menemukan Mr.panda mengobrol melalui video call diduga dengan keluarganya di India dengan suara nafas yang keras dan berat.
  4. Tanggal 3 Mei 2020 pukul 21.35, dilakukan proses evakuasi dari kamar 117 menuju RSUD Praya didampingi oleh rekan kerja Mr. Panda dan dikawal aparat kepolisian dari Polres Lombok Tengah.
  5. Tanggal 4 Mei 2020 pukul 00.43, pihak illira lite hotel bersama datang ke RSUD Praya untuk meminta keterangan mengenai keadaan Mr.Panda kepada dr. habib setelah sebelumnya dikabarkan oleh pak Anto bahwa Mr. Panda sudah meninggal dunia.
  6. Tanggal 4 Mei 2020 Pukul 01.31 dilakukan pengamanan barang-barang tamu dari kamar 117 dan dibawa langsung oleh rekan korban yaitu pak Anto
  7. Tanggal 4 Mei 2020 Pukul 02.51 HM bersama security guard setelah kembali dari RSUD Praya membuat laporan sementara terkait keadaan tamu tersebut kepada pihak kepolisian dari Polsek, hingga Polres Lombok Tengah pada Kabag Ops.

Saat ini jenazah masih berada di RSUD Praya guna tindak lanjut lebih jauh dengan pemeriksaan forensik sesuai dengan SOP Tim medis rumah sakit.

Selanjutnya, tanggungjawab diserahkan kepada Pak Anto selaku rekan kerja WNA tersebut. Saat ini pihak keluarga WNA tersebut sedang berada di Denmark dan sudah terhubung sejak dilakukan evakuasi dari hotel menuju RSUD Praya. (red/LM)