Kecamatan Pujut – Berbagai lini tidak ingin ketinggalan untuk terus bahu-membahu memberikan perhatian pada pencegahan mewabahnya virus corona yang sebarannya semakin meningkat belakangan ini.
Data terakhir yang disampaikan oleh juru bicara pemerintah khusus corona, Achmad yurianto di Kantor BNPB pada minggu (5/4) kemarin, terdapat 2.273 orang dengan kasus positif covid-19, 164 orang berhasil sembuh, dan 198 orang meninggal dunia.

Sejauh ini, langkah preventif sudah demikian massive dilakukan oleh berbagai pihak seperti pembentukan satgas pencegahan covid-19 tiap desa, melakukan penyemprotan disinfektan secara swadaya, termasuk pembagian hand sanitizer dan masker.
Namun, tidak banyak yang memberikan perhatian lebih bagi mereka yang berstatus Orang dalam Pemantauan (ODP) setelah kembali dari daerah-daerah pandemi yang telah secara sukarela melakukan karantina pribadi demi kemaslahatan orang yang lebih banyak.
Menyikapi hal tersebut, Karang Taruna (KT) Tunggal Kayun Desa Teruwai menggagas #RelawanTeruwaic yang bertugas menggalang donasi untuk kemudian disalurkan dalam bentuk parcel buah atau makanan bagi para ODP di desa tersebut yang tengah melaksanakan karantina pribadi selama 14 hari.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Penggagas #RelawanTeruwaic yang juga ketua KT Tunggal Kayun Desa Teruwai menyatakan bahwa aksi tersebut adalah murni gerakan pemuda yang resah karena sejauh ini ODP minim perhatian dari Pemerintah Desa (Pemdes).
“Sejauh ini, Pemdes pernah menginstruksikan untuk melakukan penyemprotan disinfektan, tetapi tidak ada tindak lanjut seperti pembentukan satgas dan lainnya seperti desa-desa tetangga. Berawal dari itu, kami tergerak menggagas #RelawanTeruwaic demi menghilangkan stigma ketidakpedulian pemdes ditengah masyarakat,” jelasnya.

Latar belakang pernah menjadi relawan Blok Pujut saat gempa dahsyat melanda Lombok Utara 2018 silam, membuatnya kembali tergerak untuk membantu sesama agar para ODP tidak merasa diasingkan, dan dikucilkan di tempat sendiri.
“Selain parcel buah, kami juga mengumpulkan donasi untuk penyediaan tempat cuci tangan dan sabun cair yang nantinya akan ditempatkan di masing-masing RT termasuk tempat umum seperti Masjid dan Mushalla,” tutupnya ketika dikonfirmasi via telepon oleh redaksi Lensamandalika.com. (red/_dwr)
Baca Juga:
- Polemik SARA Mengemuka, Tokoh Pariwisata NTB Serukan Bijak Bermedia Sosial
- Deteksi Masalah Tumbuh Kembang Balita, IDAI Gelar Bakti Sosial di Puskesmas Kuta
- Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non Subsidi, Pertalite-Bio Solar masih Normal
- Awalnya coba-coba, Petani Segala Anyar sukses Tanam-Panen Kopi di Lahan kering Tadah Hujan
- Anom Lapor Kaesang Kepengurusan PSI Loteng Hampir Rampung: Siap Gelar Rakerda-Gaspol Pemilu 2029