Lombok Tengah – Demi memutus mata rantai penyebaran virus corona, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah (Loteng) menginstruksikan untuk menutup sementara seluruh pasar tradisional yang ada di Bumi Tastura. Tak hanya pasar tradisional untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, pasar hewan pun tak luput dari instruksi penutupan itu.
Pantauan redaksi lensamandalika.com, penutupan pasar tradisional di gencarkan kembali pada Kamis (2/4/2020) lalu. Aparat dari Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol-PP) tampak berjaga-jaga di beberapa pasar yang ada guna memastikan tidak terjadinya aktifitas jual beli yang menyebabkan perkumpulan masa.

Namun, hati warga tak mampu dikontrol sepenuhnya oleh pemerintah. Masyarakat kian nekat memenuhi pasar-pasar lantaran tuntutan pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari. Hal ini tampak dari ramaianya Pasar Kelekuh di Desa Mertak Kecamatan Pujut yang tetap ramai dengan aktifitas jual beli.
Pantauan redaksi lensamandalika.com hari iini, sabtu (4/4/2020) aktifitas jual beli berlangsung seperti biasanya. Pasar Kelekuh di Desa Mertak ini adalah Pasar Tradisional yang hanya buka sehari dalam sepeken yakni hari sabtu.
Tampak Para pedagang berjualan menempati lapak mereka masing-masing, dan tak kurang pula yang berjejer menjajakan barang dagangannya di pinggir jalan. Bahkan, ada juga yang tetap berjualan diatas kendaraan open cap.
Aktifitas ini tentu menjadi hal yang tak lumrah ditengah larangan yang diberlakukan pemerintah untuk penutupan sementara pasar-pasar tradisional, namun masyarakat tentu juga mempertimbangkan aktifas tersebut mengingat kondisi dapur yang harus tetap mengepul. (red/_dwr).
- Jenderal Polisi Asal Lombok Terseret Kasus Korupsi MBG, Tamatlah Sudah
- Laga Piala Dunia Ahad Pagi dari Portugal-Argentina, Tonton Disini Gratis
- Kilas Balik Tindakan Terorisme Bersifat Lone Wolf Di Negara Jerman Akibat Kompleksnya Kehidupan Sosial & Ekonomi Di Kawasan Uni Eropa
- Pengumuman! Mulai 10 Juni Harga Pertamax jadi Rp 16.250 Per Liter
- Link Live Streaming Indonesia VS Mozambik, Gratis!
Pasar Kelekuh Bukannya buka hari sabtu dan selasa?